Ada banyak hal yang bisa mengganggu sesama penghuni hostel, terutama jika kita tinggal di asrama (dormitory),
yang satu kamarnya bisa diisi hingga puluhan orang. Ketika satu orang
ingin tidur, yang lain ingin membaca, ada yang ingin mengobrol dan ada
yang baru saja pulang.
Lebih parah lagi, ada yang mungkin mabuk,
atau sedang berasyik-masyuk dengan kekasihnya. Walau demikian,
pengalaman hostel saya selalu menyenangkan dan aman. Penghuninya
sama-sama toleran dan mengerti kebutuhan penghuni lain.
Hostel
— walau banyak yang mengklaim dirinya sebagai "hostel butik" dengan
kualitas apik dan dekorasi menawan — pada dasarnya dirancang menjadi
penginapan yang terjangkau. Sebagai konsekuensi, privasi penghuni bisa
sedikit terganggu.
Sebagai sesama penghuni hostel, apa yang harus kita lakukan agar setiap penghuninya merasa tenang dan nyaman? Mari kita simak!
Jangan biarkan ada yang salah kamar, kunci pintunya!
Daerah
asrama khususnya perlu memperhatikan keamanan bersama ini. Setiap
penghuni lazimnya diberikan kunci utama kamar. Jika memungkinkan
kuncilah selalu pintu ini, apalagi jika tidak ada orang di dalam.
Masukkan barang berharga ke dalam loker
Laptop,
kamera dan perhiasan — bila ada — masukkanlah ke dalam loker atau
tempat penyimpanan yang berkunci. Ada yang gratis dan disimpan di dalam
kamar, ada juga yang harus membayar deposit.
Ssshhtt. Jangan berisik usai jam 9 malam
Kita
mungkin ingin membalas dendam ketika penghuni tempat tidur sebelah
berisik kemarin malam, tetapi jangan ulangi kesalahannya. Setelah jam 9
malam, usahakan lakukan hal atau berbicara dengan volume serendah
mungkin. Bayangkan, barangkali ada yang baru pulang mendaki gunung
sehingga keletihan, atau harus mengejar pesawat pagi-pagi buta.
Bertindak damai
Segatal-gatalnya
kita ingin memberitahu orang lain yang telah mengganggu kita, usahakan
jangan melakukan konfrontasi fisik. Ingat, kita mungkin berada di negara
lain. Urusan dengan pihak keamanan justru merepotkan kita sendiri.
Berikan identifikasi pada tempat tidur
Sepele,
tapi sering kali terlupakan. Dalam kamar asrama, karena banyaknya
tempat tidur, kita tidak tahu mana yang sudah diambil orang dan yang
kosong. Karenanya, jika tak ada sarana identifikasi, lebih baik kita
buat sendiri. Mungkin dengan menaruh tas, atau menulis di secarik kertas
nama kita dan taruh/tempel di sisi tempat tidur.
Toilet milik bersama, tapi kebersihannya juga milik bersama
Setelah
memakai toilet, bersihkan toilet sebagaimana kita mau ketika awal ingin
memakai. Jangan tinggalkan tisu atau sampah. Siramlah kloset hingga
bersih.
Ganti seprei setiap hari, kecuali bawa seprei sendiri
Setiap
hostel mewajibkan penggunaan seprei dan sarung bantal yang disediakan
cuma-cuma atau dengan biaya. Jangan lupa mengganti seprei dan sarung
bantal baru jika disediakan setiap harinya. Kalau kita membawa seprei
dan sarung bantal sendiri, maka usahakan selalu bersih.
Rombongan di kamar tersendiri
Kala
bepergian dengan keluarga atau teman-teman, coba opsi kamar privat,
atau pesan satu kamar asrama yang sesuai jumlah anggota kita. Misalnya,
kalau empat orang, pesanlah kamar yang berisi empat tempat tidur. Pasti
lebih aman dan menyenangkan. Tak perlu segan satu sama lain.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar