Naruto

gambar

Kamis, 28 Juni 2012

UNEK-UNEK SEDIH DIHATIKU TUK SAAT NIE

Bersabarlah dan mohon mengerti, merubah hatiku tak semudah yang ku tahu, percayalah dan yakinkan diri karena kubutuhkan semua itu darimu.
Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.

Ribuan hari aku menuggumu, yang ku sangka kau beri aku harapan, tapi ternyata hanya harapan kosong, apakah tak ada sedikitpun tempat untukku di hati mu ?
Kau boleh saja benci aku, tapi tolong jangan kau tak acuhkan diriku

Aku ga ngerti sama km kenapa jd dingin gini, aku udah kasih semuanya buat km, tp km selalu masih anggap ak sebelah mata
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang

Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.
Cinta yang hilang biarlah menghilang, Jangan harapkan cinta itu kembali, Atau hanya akan menyakitimu kembali

Kini terakhir kumengenalmu, kini terakhirku menyapamu, bila nanti kou ingin kembali, tunggu .... Sampai aku mati ...
Telah sekian kali kumerasa bersalah, hanya karna sifatku yang tak ingin terluka, jauh dari niatku membuatmu gelisah, resah rasa takutku kehilangan dirimu, Mungkin kou telah berikan yang terbaik sampai kita disini .. by. utara band

Maafkanlah sahabatku karena ku telah jatuh cinta padamu, pesonamu memaksa aku tuk rasakan lembut kasihmu .. Salahkanlah hadirnya cinta, hinggapi perasaan kita, dan biarkan semua ini berjalan apa adanya. Bersamamu telah kutemukan betapa takutku merasa inginkanmu selamanya seutuhnya
Cinta sejati tak datang begitu saja. Banyak proses yg harus dilalui bersama, menderita, menangis, dan tertawa bersama.

Ribuan hari aku menuggumu, yang ku sangka kau beri aku harapan, tapi ternyata hanya harapan kosong, apakah tak ada sedikitpun tempat untukku di hati mu
Aku tidak mengerti dan menyadari berapa dalamnya rasa cintaku padamu, sampai tiba saatnya kita berpisah

Maafkan aku. Kau boleh lakukan apa saja untuk membalasku, mencaci, memaki, tapi jangan pernah tinggalkan aku.


By : Dwik (D'FLO)

Senin, 25 Juni 2012

TIPS MERAWAT RAMBUT SEHAT

9 Cara Merawat Rambut Sehat

10481sehat01.jpg
1. BERSIHKAN RAMBUT SECARA TERATUR

Agar kebersihan rambut dan kulit kepala terjaga, usahakan minimal membersihkan rambut anak dua hari sekali. Sebaiknya, aktivitas mencuci rambut bagi anak tidak terlalu lama. Satu atau dua menit pun cukup. Setelah itu, dibilas hingga bersih. Kebersihan rambut bisa membantu lancarnya sirkulasi darah pada kulit kepala. Rambut yang bersih juga membantu mengurangi stres dan membantu jaringan metabolisme agar tetap tumbuh dan berkembang secara normal. Kutu rambut pun tidak diberi kesempatan untuk hidup. Rambut wangi, bersih, dan segar.
Sedangkan pada bayi, keramas dapat dilakukan satu atau dua kali seminggu. Ingat, rambut bayi tidak terlalu kotor, selain tidak mengeluarkan banyak keringat. Rambut bayi juga tidak selebat rambut orang dewasa. Seminggu sekali bersihkan kulit kepalanya menggunakan baby oil lalu segera keramas.

2. PILIH SAMPO YANG TEPAT

Disarankan membeli sampo berkualitas baik yang mampu menghilangkan minyak, sisik kepala, dan membuat rambut si kecil jadi lebih lemas, gampang disisir, serta tidak mudah kusut. Ada banyak sampo pilihan buat anak. Sedangkan untuk bayi, pilihlah yang bahan aktifnya tidak mengiritasi mata dan tidak memicu alergi.

3 PILAH-PILIH SISIR

Gunakan sisir yang bergigi renggang atau sikat rambut yang tidak tajam. Sisiri rambut anak secara lembut. Bila tidak, salah-salah cara rambut si kecil malah rusak dan rontok. Jadikan acara menyisiri rambut ini sebagai ajang untuk menunjukkan kasih sayang dan menjalin kedekatan.
Kesehatan rambut erat kaitannya dengan pemilihan sisir yang tepat. Sisir yang kurang baik akan mudah menyebabkan rambut rusak atau rontok. Hindari membeli sisir berbahan nilon karena berisiko menyebabkan rambut mudah patah. Meskipun terlihat gaya, sisir berbahan metal juga dapat merusak rambut. Jangan lupa, bersihkan sikat dari sisa rambut yang tersangkut. Cuci dengan air hangat hingga bersih. Untuk bayi, gunakan selalu sisir bayi yang lembut.

4. GUNTING RAMBUT

Guntinglah rambut secara teratur. Selain untuk menjaga penampilan, rambut yang pendek juga memudahkan orangtua menjaga kebersihan rambut. Memotong rambut juga berguna agar ujung-ujung rambut tetap sehat, tidak bercabang, mudah patah, atau kering. Bahkan untuk bayi, orangtua bisa menggunduli anak dalam beberapa waktu tertentu. Selain rambut dan kulit kepala bayi mudah dibersihkan, rambut yang baru akan tumbuh lebih lebat dan hitam.

5. KONSUMSI MAKANAN BERGIZI

Rambut sehat memerlukan asupan nutrisi yang baik. Kurangnya asupan protein dan vitamin dapat membuat rambut rontok, kusam, kemerahan, berketombe, dan akhirnya rontok. Ingat, vitamin dan zat gizi berperan dalam menunjang kekuatan dan kesehatan rambut. Vitamin B kompleks, misalnya, jika asupannya kurang dapat menyebabkan rambut kusam, juga tumbuh suburnya ketombe. Sedangkan vitamin C dapat menjaga kekuatan akar rambut. Ingat akar rambut berperan dalam kesehatan rambut secara keseluruhan. Lewat akarlah, semua zat gizi diserap dan disalurkan ke rambut. Kurangnya zat besi juga berisiko menimbulkan kerontokan rambut. Zat belerang juga berperan dalam memberikan kilau pada rambut. Kandungan zat gizi ini dapat ditemukan pada ikan, telur, dan lain-lain. Sedangkan lemak berperan dalam menjaga kekuatan rambut, disamping kilau rambut.
Untuk bayi, sangat dianjurkan mengonsumsi ASI secara eksklusif. Ini karena ASI kaya kandungan gizi, tidak dapat tertandingi oleh susu formula atau nutrisi lainnya.

6. IKAT RAMBUT SAAT BEROLAHRAGA

Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Namun, aktivitas itu juga berpotensi merusak rambut. Jika rambut anak panjang, ikatlah dan jepit ke atas. Pastikan rambut itu tidak menghalangi gerakan dan pandangan anak. Penggunaan ikat kepala atau bando juga bisa menjadi solusi. Selain tampil lebih gaya, rambut anak pun lebih terjaga. Bila menggunakan penutup kepala atau bandana, pilihlah yang cepat menyerap keringat sehingga tidak menumpuk di kulit kepala. Ingat, endapan keringat yang mengering dapat merusak akar rambut.

7. JAUHI SINAR MATAHARI

Terik matahari dapat merusak rambut. Itulah mengapa, saat bepergian di tengah terik matahari, usahakan memakai topi atau payung. Usahakan rambut terlindungi dari sinar matahari.

 8. KENAKAN PENUTUP SAAT BERENANG

Saat berenang, kenakan penutup rambut setelah membasahi rambut seluruhnya. Selesai berenang cuci rambut untuk menghilangkan klorin yang menempel pada rambut. Jika mungkin kenakan kondisioner tanpa bilas sebelum Anda masuk ke kolam.

9. HATI-HATI SAAT MENGERINGKAN

Mengeringkan dengan handuk bisa jadi penyebab kerusakan rambut. Menggosok rambut basah dengan handuk membuat helai-helai rambut kusut dan mudah terjerat pada benang-benang di handuk, sehingga tertarik dan mudah putus, rusak pada kutikula, dan ujung rambut terbelah. Jadi, tepuk-tepuk saja rambut basah dengan handuk, lalu diurut sesuai arah pertumbuhan rambut. Memang cara ini agak makan waktu, tetapi berharga untuk rambut anak.

Minggu, 24 Juni 2012

CINTA PERTAMA DI HALTE

 CINTA PERTAMA DIHALTE



Langit senja itu tiba-tiba berwarna pekat, tiupan angin sangat kencang, kilat dan petir hanya berselang detik kemudian meledakkan suara dahsyat, deras air membasahi bumi pertiwi, basah, dan kemudian air itu tergenang. 1 jam, waktu cukup lama untuk duduk menunggu derasnya hujan.
Halte bus penuh dengan manusia-manusia yang menunggu redanya hujan, ada puluhan orang disitu, juga Dahlia. Ia baru saja pulang dari les di sekolah. Ia basah kuyup menunggu bus mengantarnya.
“Kamu basah kuyup” Tanya Wahyu
“Ya…Aku lupa bawa payung”
Bus penjemput datang. Dahlia dan wahyu naik dan bus tersebut mengantarnya. Mereka memang se arah dan selalu bersama-sama dalam bus tersebut, hampir tiap hari jika Wahyu tak mengendarai roda dua. Walau mereka beda sekolah.
“Kamu duduk di situ” Menunjuk bagian tempat duduk yang kosong
“Kamu…”Sahut Lia
“Aku berdiri saja, kamu kan perempuan”
“Makasih”
25 Menit berdiri, Wahyu merasa pegal juga, namun karena tak ingin melihat seorang gadis menderita akbiat tak kebagian tempat duduk, maka ia rela untuk berdiri dan memberikan kepada Lia tempat duduk yang kosong tersebut. Tak lama dalam perjalanan orang yang disamping Lia berdiri hendak turun.
“Dek..Kamu duduk di sini, aku sebentar lagi turun di depan” sahut penumpang yang duduk di samping Lia
“Terima Kasih Kak…”
Mereka berdampingan namun tak saling bertutur sapa, yang ada hanya tanda tanya di kepala Wahyu dan Lia, entah..mau mulai darimana pembicaraan sedangkan mereka baru berkenalan, walaupun mereka selalu bersama dalam bus.
20 menit tak ada sepata kata pun yang keluar, baik dari mulut Wahyu maupun dari mulut Lia. Wahyu memperhatikan Lia merasa kedinginan, ia mengeluarkan Jaket dan memberikan ke Lia.
“Maaf..kalau kamu tak keberatan, ini saya pinjamkan jaket”
“Terima kasih…saya merepotkan”
“Tak apa…pakaianmu basah, dan kau perempuan”
Lia memakai jaket tersebut, tak lama kemudian, wahyu turun dari bus tersebut, belum sempat berbicara panjang lebar.
Esoknya dengan niat, Lia mau mengembalikan jaket yang ia pinjam dari Wahyu, ia mencarinya di atas bus…sesekali matanya liar ingin melihat wajah dari Wahyu namun tak jua ia dapatkan. Dalam hati ia kerap bertanya ke mana wahyu, apa ia sakit karena kemarin kehujanan, atau ia sudah terlebih dahulu berangkat ke sekolah, atau mungkin dia mengendari roda duanya ke sekolah. Pertanyaan itu menjadi teman hingga turun di depan SMA Negeri 2 Maros.
“Hay…Lia…Wajahmu kok murung…., ada apa cantik?”
“Hay..Rah….Ngak apa-apa”
“Lho…kok jaket kak wahyu ada sama kamu?”
“Oh…kemarin aku telat pulang, dan pakaianku basah, jadi Kak wahyu meminjamkan aku”
“Ehm….”
Suara bel berbunyi, penanda jam pertama, Lia dan Rahma bergegas ke kelasnya, karena materi pelajaran kali ini olah raga. Siswa kelas XII IPA1 mengganti pakaian dari putih abu-abu ke pakaian olah raga, ada pula yang memang sudah mempersiapkan sebelumnya.
“Lia…kamu dengan kak Wahyu, uda jadian? Bisik Rahma
“Ah….tidak kok….kami cuma berteman, itupun baru aku kenal kemarin”
“Kamu serius….? Dengan nada penasaran
“Kak wahyu pernah bercerita kepadaku bahwa sebenarnya ia suka ke kamu, ia rela berdesak-desakan di atas bus yang kamu tumpangi hanya mau menatap kamu, katanya senyum, dan matamu yang memikat dia”
“Dari mana kamu tahu….”
“Bagaimana aku tidak tahu, kalau aku tetangga dengan dia, ia selalu ke rumahku, untuk menanyakan kamu ke sekolah atau tidak, dia pernah mengatakan bahwa ia baru kali ini jatuh cinta”
Rupanya cinta telah terpaut dalam hati Wahyu kepada Dahlia, ia rela kehujanan dan kedinginan untuknya. Pagi itu, Dahlia tahu segalanya dan disaksikan oleh embun yang memancarkan cahaya air di daun.

CINTA SEUMUR JAGUNG

CINTAKU SAAT ITU (MASIH) SEUMUR JAGUNG


Hari ini adalah hari terakhir Revita masuk sekolah. Setelah ini, Revita akan libur panjang. Tapi liburan kali ini Revita tidak bisa berlibur ke rumah nenek seperti liburan sekolah biasanya. Karena liburan ini Revita sangat sibuk untuk persiapan masuk ke SMP. Ia harus belajar giat bila ingin mendapatkan nilai yang bagus saat menghadapi TES masuk SMP. Hari-hari terakhir masuk sekolah Revita manfaatkan sebaik-baiknya sebelum berpisah dengan teman-teman SD nya. Ia puaskan bermain bersama teman-temannya. Karena hari terakhir sekolah, jadi tidak ada pelajaran. Revita dan kedua sahabatnya yang bernama Audrey dan Lenna berniat pergi membaca di perpustakaan. Saat tengah asyik membaca, tiba-tiba ada yang memanggil Revita dari luar. Ternyata Reyhan, teman sekelas Revita.
“Revita” panggil Reyhan dari kejauhan.
“Eh curut, ngapain panggil-panggil ?” Revita memanggil Reyhan dengan panggilan “curut” karena itu memang sudah sapaan akrab keduanya. Sedangkan Reyhan sendiri memanggil Revita dengan sapaan “hippo”.
“Nggak papa, tumben rajin ? biasanya kan kamu ke kantin dan ngehabisin semua makanan di kantin ?” ejek Reyhan.
“Eh, enak aja kamu ! jadi kamu manggil cuma buat ngejek aku ya ? hiiiihh !” omel Revita yang langsung mengejar Reyhan.

Revita dan Reyhan memang jarang sekali akur. Di kelas pun mereka sering sekali saling mengejek. Teman-teman mereka juga sudah sering mengingatkan Revita dan Reyhan supaya akur. Setelah kejar-kejaran dengan Reyhan, Revita merasa lelah. Cuaca siang ini juga sangat panas, sehingga membuat Revita haus. lalu ia bergegas pergi ke kantin untuk beli minum. Reyhan yang sangat usil sengaja mengikuti Revita dan langsung duduk di sebelah Revita.
“Eh Hippo ! kamu mau masuk SMP mana ?” tanya Reyhan pada Revita.
“Ehm, nggak tau ! kayaknya sih SMPN 3. Kalo kamu ?”
“Nggak tau, lihat DANEM dulu ! cukup ato enggak masuk SMP Negeri”
“Oh”
“Ehm Rev, mau tau nggak siapa cewek yang aku suka sekarang”
“Siapa emang ? pasti cewek yang kamu suka itu aneh, jelek, gila kaya kamu ?” ejek Revita sambil cekikikan.
“Iya, emang cewek yang aku suka aneh, jelek, dan gila”
“Hah ? dasar cowok aneh ! emangnya siapa sih cewek itu ?”
“Mau tau ?”
“Iya !”
“Oke, aku kasih tau !”

Reyhan langsung memutar botol yang dipegangnya. Ia taruh botol itu di meja dan langsung memutarnya. Secara sengaja, Reyhan memberhentikan botol itu ke hadapan Revita. Revita terkaget-kaget membelalak tidak percaya.
“Lho ? kok berhentinya menghadap ke aku ?”
“Eh, sory sory ! salah ! aku ulang aja deh kalo gitu”

Cintaku Saat itu (masih) Seumur Jagung - Cerpen Cinta Remaja

Diputarnya botol itu. Dan kedua kalinya botol itu ia berhentikan menghadap ke Revita. Sekali lagi Revita merasa kaget dengan sikap Reyhan.
“Lho curut ? kok ke aku lagi sih ? kamu ini aneh deh ?”
“Aku emang aneh, persis seperti orang yang aku suka ! dan sekarang orang aneh yang aku sukai itu ada di hadapanku” ucap Reyhan yang membuat Revita sangat terkejut.
“Jadi ?”
“Iya, cewek yang aku maksud itu kamu ! kamu cewek aneh bin gila yang udah berhasil bikin aku klepek-klepek” jawab Reyhan sambil tersenyum.
“Tapi, aku nggak mau ! aku belum mau pacaran Rey ! Kita harus belajar dengan giat buat persiapan masuk SMP kan ? maaf Rey”

Setelah mengucapkan kata-kata itu Revita langsung pergi meninggalkan Reyhan yang menganga mendengar perkataan Revita barusan. Revita meninggalkan Reyhan dengan perasaan serba salah, sebenarnya ia juga suka dengan Reyhan. Tapi Revita sangat tidak siap untuk mengalami masa-masa “pacaran”. Ia juga ingin serius untuk menghadapi TES masuk SMP. Di kelas, ia menceritakan kejadian tadi kepada kedua sahabatnya.
“Kamu darimana saja Rev ?” tanya Audrey.
“Dari kantin”
“Kok nggak ngajak kita ?” protes Lenna.
“Ehm, maaf ! tadi aku ditemani Reyhan”
“Ha? Reyhan ? tumben akur ? hayoo, ada apa kamu sama Reyhan ?”
“Tadi dia bilang ke aku kalo dia suka sama aku”
“Whaaaaat ?” jawab Audrey dan Lenna kaget hingga matanya membelalak.
“Kamu bercanda ya Rev?” tanya Lenna masih tidak percaya.
“Beneran kok !”
“Enggak, dia bohong !” tiba-tiba terdengar suara Reyhan yang datang.
“Dia bohong ! aku nggak pernah kok bilang suka sama dia !” bantah Reyhan.
“Kamu yang bohong !” bentak Revita.
“Reyhan ! jangan bentak-bentak gitu dong kalo sama cewek” sela Audrey membela sahabatnya itu.
“Habis, dia bohong !”
“Revita nggak mungkin bohong sama sahabatnya tau !” giliran Lenna yang memarahi Reyhan.
“Yasudah, terserah kalian !”
Mulai hari itu, Revita dan Reyhan bermusuhan. Hingga hari wisuda tiba pun mereka masih saling acuh tak acuh. Mereka tidak saling menyapa hingga acara selesai. Di rumah, Revita merasa sedih karena berpisah dengan teman dan sahabatnya di SD.

Tapi, ia merasa ada yang aneh. Revita merasa yang membuatnya sangat sedih bukanlah perpisahan dengan sahabat ataupun temannya ! justru yang membuatnya sedih adalah Reyhan. Revita berfikir, di SMP nanti pasti tidak akan ada Reyhan ke-2. Tidak ada Reyhan yang sering mengganggu dan mengejeknya lagi. Setelah lulus, ia lostcontact dengan Reyhan. Hari-hari berlalu, Revita sudah di terima di SMPN 3 yang sudah jadi SMP impiannya. Di sisa liburannya sebelum masuk SMP ia mempersiapkan segala keperluannya. Pagi ini, Revita berangkat ke mall dengan bundanya untuk membeli seragam, tas, dan sepatu baru. Saat tiba di bagian pembayaran, handphone Revita berbunyi. Ada telepon masuk yang nomornya tidak ia kenal. Dengan agak ragu, Revita mengangkat telepon itu. Terdengar suara lelaki yang sepertinya sudah ia kenal. Ternyata Reyhan ! Reyhan menelpon Revita dan mengajak Revita bertemu di taman dekat rumah Revita. Revita pun tidak menolak, karena ia juga berniat ingin minta maaf pada Reyhan.
“Eh curut, aku minta maaf soal yang waktu itu ya ? nggak usah di ambil hati”
“Minta maaf aja tetep manggil aku curut ! yaudahlah nggak papa. Aku juga mau minta maaf ke kamu. Waktu itu aku jengkel, makanya aku bantah omongan kamu. Trus, aku juga mau minta maaf sama kamu soalnya aku nggak bilang ke kamu kalo aku ganti nomer handphone. Aku ganti nomer biar kamu nggak sms aku lagi dan aku bisa ngelupain kamu” jelas Reyhan pada Revita
“Iya, nggak papa kok ! aku udah lupain masalah kita dulu. Kalo boleh jujur, sebenernya waktu itu aku juga suka sama kamu. Tapi, karena aku masih ragu yaa aku nggak terima kamu !”
“Oh, kalo gitu sekarang kamu mau terima aku ?” ucap Reyhan yang ternyata masih menyukai Revita.
“Nah loh ? masi mau kamu sama cewek aneh kaya aku ?”
“Gimana lagi, aku masih berharap banyak sama kamu”
“Ehm, gimana yaaa ? emang temen SMP kamu nggak ada yang lebih bagus daripada aku ya ?”
“Nggak ada”
“Yauda deh”
“Beneran ?”
“Iya, iyaa”
“Hahay, yaudah aku pulang dulu ya ?”
“Iya”

Setelah berhasil mendapatkan cinta Revita, Reyhan bergegas pulang dengan pipi yang memerah. Revita merasa senang, karena ini pertama kalinya ia merasakan cinta. Hubungan mereka sangat langgeng, jarang ada pertengkaran walaupun kadang Revita agak egois pada Reyhan. Selama hubungan berjalan, tidak pernah ada masalah yang menghadang. Sampai suatu saat, ada salah satu teman SD Revita dulu yang ternya suka pada Reyhan. Karena merasa orang yang di sayang di rebut oleh orang lain, Tiara (nama teman SD Revita) berusaha mengusik hubungan Revita dan Reyhan. Ia mengadu domba Revita dan Reyhan.
“Hay Revita” sapa Tiara sok akrab.
“Lho, Tiara ya ? tumben kamu main ke rumahku sore-sore begini?” jawab Revita.
“Iya, aku mau tanya nih Rev. Kamu sama Reyhan sudah jadian ya ?”
“Iya, kamu kok tau ?”
“Aku tau dari Audrey dan Lenna ! ehm, ngomong-ngomong uda jalan berapa lama ?”
“Alhamdulillah udah 2 minggu lebih 5 hari”
“Wah, cukup lama ya ? kamu nggak kepikiran kalo Reyhan selingkuh ? kalian kan beda sekolah ?”
“Ehm, aku nggak kepikiran sejauh itu”
“Padahal, aku kemarin liat Reyhan sama cewek lagi jalan di mall”
“Hah ? masa sih ? kamu tau darimana ?”
“Kemarin aku liat dengan mata kepalaku sendiri !”
“Aku nggak percaya !”
“Ih, dibilangin nggak percaya ! aku nggak mungkin bohong sama kamu”
“Beneran ?”
“Iyaaaa Revita !”

Mendengar cerita Tiara yang begitu meyakinkan, raut wajah Revita berubah menjadi lesu dan sedih. Tiara yang melihat wajah Revita begitu sedih sangat senang karena mengetahui akan ada yang mengalami putus cinta setelah ini. Saat itu juga, Revita marah-marah kepada Reyhan. Dan terjadilah pertengkaran hebat antara mereka. Revita benar-benar kecewa pada Reyhan. Tetapi, Reyhan terus berusaha menjelaskan semuanya pada Revita hingga Revita yakin semua cerita Tiara itu bohong. Karena Revita mulai mengerti, akhirnya mereka pun tidak jadi memutuskan hubungan sampai disini dan hubungan kembali lancar. Tau bahwa hubungan Reyhan dan Revita tidak jadi berakhir, Tiara merasa sebal. Ia mencoba mencari cara ke dua supaya  hubungan Revita dan Reyhan hancur ! betapa jahatnya Tiara.
“Revita !” panggil Tiara yang saat itu melihat Revita sedang membeli bunga.
“Kenapa Ra ?”
“Ehm, maaf ya soal yang Reyhan selingkuh ? ternyata aku salah lihat”
“Iya nggak papa kok Ra” jawab Revita dengan senyum. Ia merasa semua bukan salah Tiara karena wajar-wajar saja ia salah lihat orang.
“Tapi kali ini ada berita lagi soal Reyhan ! dia nyatain cinta ke aku !”
“Hah ? kamu nggak bohong ?”
“Iya, nih aku tunjukin SMS nya” Tiara menunjukan SMS dari teman sekolahnya yang di kontak handphonenya sengaja diberi nama Reyhan supaya Revita yakin. Karena mengira SMS itu sudah pasti, Revita tidak berfikir untuk mengecek nomernya. Ia merasa sangat terpukul, dan bergegas ke rumah Reyhan. Di rumah Reyhan, tanpa basa-basi ia langsung mengatakan kata “PUTUS”. Meskipun Reyhan sudah menjelaskan berkali-kali tapi Revita tetap tidak percaya. Ia merasa, Reyhan sudah sering menyakitinya dan lebih baik mengakhiri hubungan ini. Reyhan pun melepas Revita, hubungan mereka berakhir setelah 3 minggu lebih 2 hari. Saat itu juga, Tiara mengutarakan perasaannya pada Reyhan dan yakin akan diterima.
“Reyhan, jangan sedih ya ? aku mau kok kalo jadi pengganti Revita di hati kamu ?” pinta Tiara.
“Maaf, Ra ! aku nggak punya rasa apa-apa sama kamu” ditinggalnya Tiara dengan wajah yang sebal.

Sejak kejadian itu, Reyhan merasa sangat bersalah. Dan akhirnya datang ke rumah Revita.
“Rev, aku minta maaf ya ?”
“Iya, aku tau kok ternyata itu emang akal busuk Tiara”
“Dia lebay banget ya ?”
“Mungkin keseringan nonton sinetron, sampe aktingnya nipu aku kelihatan banget. Haha”
“Iya mungkin ya. Ehm, kamu nggak berminat balikan sama aku ?”
“Aduuh, maaf Rey ! aku udah nggak ada rasa kamu. Maaf banget ya ?”
“Yah, yaudah deh” jawab Reyhan dengan raut sedih.
“Kita tetep temenan kan ?”
“Iya dong”

Akhirnya, mereka tetap berteman. Revita menganggap hubungannya dengan Reyhan itu masih “seumur jagung” karena mereka sendiri memang masih remaja yang perasaannya masih sering tidak stabil. Tapi, dibalik hubungannya ini Revita mendapat hikmah bahwa “masih kecil, nggak boleh pacaran. Hahaha ..”. Ia dan Tiara pun sudah baikan dan berteman kembali.
“Ini toh yang namanya “CINTA”. Ehm, cinta itu lucu ya, suka banget bikin hati para remaja jadi gonjang-ganjing.. hobi pula bikin hati orang yang ngerasain cinta itu jadi lebay. Sampe ada yang nangis-nangis karena cinta ! ada pula yang gila karena cinta.. CINTA ITU NGGAK BANGET.. wkwk” ucapnya sambil tertawa sendiri.


DUIT ATAU TIUD

DUIT ATAU TIUD

Aku anak orang miskin, tinggal dalam sebuah rumah sederhana yang nggak akan berubah jadi istana raja dalam sekejap. Karena itulah dalam hidupku aku mencoba untuk berhemat dan irit sebisa mungkin. Tapi orang selalu menganggapku pelit. Begitu juga dengan si kejam Tiud, mahluk paling aneh dengan nama aneh yang numpang di rumahku dari kecil sampai sekarang. Sebenarnya dia cukup manis. Waktu kecil dulu dia sempat terpilih jadi model cilik tingkat RT/RW. Aku juga sempat iri pada otaknya yang pakai Speedy itu. Dulu aku sempat mengimpikan kepintarannya yang selalu dia tutupi. Seandainya saja aku sepintar dia, aku akan menggunakan kepintaranku untuk menghitung biaya hidupku lima tahun mendatang, seiring dengan pergantian presiden.

Tiud nggak pernah marah, nggak pernah dapat nilai dibawah tujuh, nggak pernah nakal, selalu jadi juara kelas, nggak pernah bersikap kasar pada orang lain selain padaku. Terus terang aku nggak tahu kenapa dia begitu membenciku. Mungkin karena aku selalu mengungkit soal dia yang numpang seumur hidup di rumahku. Dia anak siapa, dapat darimana, hasil persilangan apa dengan apa saja aku nggak tahu! Lalu haruskah aku berbagi segala yang menjadi hakku? Oh no, kalau Cuma berbagi uang seratus rupiah atau sepotong roti saja aku rela. Tapi kalau harus berbagi segalanya dengan dia? Najis! Ayahku, ibuku, istanaku, nggak akan. Lagipula Ayah dapat dia darimana,sih sampai Ayah harus mengurusnya? Padahal punya anak satu saja masih mata duitan begini gara-gara menyesali nasib miskinnya. Dulu kenapa Ayah masih sok dermawan dengan menampung dia di rumah ini padahal dia kan cuma akan mengurangi jatah makanku. Walaupun perempuan begini kan makanku cukup banyak walaupun aku nggak bisa gemuk. Si Tiud bilang katanya aku cacingan.
“Cepetan,Cacing! Lelet amat,sih?”,Tiud menggerutu di balik pintu kamar mandi. Mendengar Tiud berteriak di balik pintu, aku semakin memperlambat mandiku.
“Bentar lagi,deh! Tanggung,nih masih kurang satu lagu!”,teriakku dari balik pintu. Tiud menggedor-nggedor pintu kamar mandiku.
 “Buruan,Cacing! Udah jam setengah tujuh,tau!”,teriakan Tiud kali ini membuatku berhenti menyiram air ke tubuhku sejenak. Dari lubang kunci aku mengintip jam dinding yang dipasang tepat di atas kamar Tiud, depan kamar mandi. Jarum panjang ada di angka sembilan dan jarum pendek menuju angka tujuh. Jam tujuh kurang seperempat!
“Tiud gila!!! Lu gak bisa baca jam atau sengaja ngerjain gua,hah?!”,aku kelabakan dan berpakaian dalam kamar mandi.
“Salah sendiri, biasanya lu nggak pernah percaya sama gua!”,Tiud terkekeh penuh kemenangan. Aku keluar dari kamar mandi sampai menubruk Tiud di depan pintu.
“Eit...mau kemana,lu?”,aku menahan tangannya.
“Ya mandi,lah!”,Tiud menunjuk ke dalam kamar mandi.
“Ngapain mandi segala? Buruan, kita udah telat. Nggak usah mandi,deh! Pake deodoran sama parfum aja sono!”,suruhku galak.
“Apa? Enak aja!”
“Nggak usah bawel,deh! Siapa yang bos di sini?”,semburku lagi.
“Salah lu,tau! Lu kelamaan di kamar mandi!”,dengan terpaksa Tiud menuruti ucapanku dengan wajah dongkol sambil mengomel.

Aku segera bersiap-siap ke sekolah tanpa sarapan. Ketika Tiud mau melahap sepotong roti, aku menyambarnya dan mengunyahnya masuk dalam perutku. Kutarik tangan Tiud sebelum dia sempat makan.
Kami satu sekolah dari dulu. Aku selalu mengikuti jejaknya dengan alasan butuh tumpangan ke sekolah. Istilah lainnya aku memanfaatkan bakat tukang ojek dalam dirinya.
Dan pas!
Hari ini kami terlambat lagi. Tentunya dihukum bareng lagi sampai guru BP kami, Pak Puji hafal dengan kelakuan kami.
“Kenapa kalian hobi terlambat,heh?”,tanya Pak Puji galak. Aku dan Tiud saling menyenggol.
“Heh, salah lu, nih! Lu kelamaan di kamar mandi,tau!”,Tiud menyenggolku.
“Kok gua? Lu aja yang kelamaan pake isi bensin segala!”,aku balas menyenggolnya.
“Emangnya kalo bensinnya habis bisa diganti sama kencing lu? Cacing mana bisa kencing?”,Tiud ngomel. Aku menyisingkan lengan seragamku menantangnya bertengkar.
“Nantangin gua,lu?!”,tanyaku galak. Tiud menatapku tajam.
“Sudah cukup! Kalian berdua dihukum lari keliling lapangan lima kali!”,Pak Puji menatap kami galak. Akhirnya dengan penuh kekesalan kami berlari mengelilingi lapangan.

Kekesalanku belum terobati walau jam pulang berbunyi sejak tadi. Akhirnya aku hanya terdiam dibalik boncengan motornya. Tiud memilih jalan pulang yang berbeda dari sebelumnya. Dia memilih jalan sepi lewat kuburan untuk menakutiku.
“Gua nggak takut walaupun lu lewat kuburan. Jadi lewat jalan yang biasa aja,deh!”,ucapku kesal. Tiud tetap terdiam sampai akhirnya kami dihadang oleh berandalan bermotor. Kami turun dari motor.
“Serahin duit lu!”,mereka mengacungkan pisau ke arah kami. Tiud menghalangi mereka menggangguku. Tiud terus melindungiku di balik badannya. Akhirnya perkelahian pun nggak bisa dihindari. Mereka mengeroyok Tiud dan salah seorang dari mereka mencengkal tanganku.
“Lepasin dia!!”,aku meronta-ronta.
“Tuh denger cewek lu,tuh!”,mereka tertawa. Tiud babak belur dan terbaring dengan wajah penuh luka.
“Serahin duit lu sekarang!”,sekali lagi mereka membentak. Salah seorang dari mereka mengacungkan pisau pada Tiud. “Serahin duit lu atau cowok lu ini bakalan mati!”

Aku menatap Tiud yang terkapar sambil menatapku cemas. Peralahan logika dan nalarku muncul. Nalar: Sumpah, aku Cuma punya duit limaribu di dompetku. Yang penting,kan ngasih mereka duit....kan nggak ada aturannya ngasih berapa ke perampok. Logika: Tapi kalau kukasihkan ke mereka, besok aku nggak jajan, dong! Toh, buat apa aku sok baik ke Tiud....kalau dia nggak ada, kan jatah uang sakunya bisa buatku! Dia, kan cuma numpang di rumahku dan ngerepotin orang aja! Pilih duit atau Tiud,ya?

Dan akhirnya nalar dan logikaku bercampur dengan naluri....Tiud udah berkorban buatku, dia rela belain aku walaupun harus babak belur begitu. Jadi, aku bisa kehilangan uang jajanku buat biaya berobat Tiud kalau dia sampai bonyok! Mendingan kehilangan duit limaribu daripada beribu-ribu buat biaya berobat si Tiud ke rumah sakit!
“Nih, ambil dompet gua! Tapi gua ambil KTP-nya dulu,ya...soalnya bikin KTP sekarang mahal,”aku mengambil KTP dan menyerahkan dompetku pada mereka. Kubantu Tiud berdiri dan memapahnya ke arah motor. Sampai akhirnya salah satu dari mereka mengumpat kesal.
“Duit apaan,nih? Kalo suma limaribu doang gua nggak usah susah-susah jadi perampok! Kejar!,”mereka berusah mengejarku. Tanpa pikir panjang lagi aku naik ke motor Tiud dan mencoba menaikinya. Berhasil! Tiud berteriak panik.
“Gua nggak mau mati konyol kecelakaan setelah dihajar!,”Tiud berteriak panik.
“Diem,lu! Gua juga nggak mau mati muda gara-gara bantuin lu! Gua nggak bisa naik motor,”aku terus mencoba mengendalikan motor karena perampok itu terus mengejarku.
“Lu udah tau nggak bisa naik motor kenapa masih nekat juga?,”

Aku terus berdoa dalam hati. Seenggaknya kalau aku mati nanti aku akan mati sebagai pahlawan untuk Tiud. Dan aku berhasil sampai di jalan besar. Perampok itu kembali karena takut aku meminta bantuan pada polisi.

Kami sampai di rumah dan Sruuugh........kami menabrak semak-semak di samping rumah. Tiud mengusap-usap pipinya lalu tertawa pelan sambil menatapku yang sedang mengusap lututku.
“Ngapain ketawa?,”tanyaku sewot.
“Thanks, ya..gua tahu kalo lu nggak bisa naik motor, tapi lu belain juga naik motor demi nolongin gua,”Tiud tersenyum sambil menatapku.
“Gua bukannya niat nolongin lu, tapi gua mikir apa jadinya kalo uang jajan gua dikurangi gara-gara buat biaya berobat lu kalo lu masuk rumah sakit,”
“Apa? Padahal gua udah babak belur kayak gini gara-gara lindungin lu!,”Tiud melotot kaget.
“Salah lu sendiri ngapain lewat jalan situ! Lagian lu tuh nggak niat lindungin gua,tau! Lu malah ngerepotin gua, masa baru gitu doang udah babak belur!,”aku mencibir.
“Lu nggak ada rasa terimakasihnya sama gua,ya?,”
“Bodo amat! Sekarang gua minta ganti rugi dua puluh ribu sama lu! Lima ribu buat duit gua yang diambil mereka, lima ribu buat ganti dompet kesayangan gua, lima ribu buat beli obat lecet-lecet ini, dan lima ribu buat ganti tenaga plus ketakutan gua! Sekarang juga!,”,pekikku galak. Melihat sikapku, Tiud tertawa kencang sambil mengacak-acak rambutku.
“Heh.....ngapain lu ketawa?!!!”,semprotku galak. Tapi Tiud tetap tertawa sampai aku terpesona dengan tawa tulusnya............

KAU CINTA SEJATI Q

KAU CINTA SEJATIKU


“ Jane !! jane faustin !!” suara tika membuyarkan lamunanku.aku baru sadar ternyata tika berada disampingku.
“ jane,kamu melamun lagi ya,”.namun aku tak menjawab pertanyaan temanku.aku kembali menatap ke depan.
“ kamu pasti melamun tentang itu lagi ya??,udahlah jane,come on jane.sekarang sudah saatnya kamu move on.peristiwa itu kan sudah berlalu.so,kamu harus lupain.  “
“ tapi aku merasa bersalah,gara-gara aku,adit jadi meninggal.maybe if I didn’t want to pick me up,now adit still here with me,tika,right?”. Aku kembali menitikkan air mata.aku merasa bersalah banget atas kejadian itu.aku sudah mencoba untuk melupakannya tapi tetap tak bisa.
“ hmmm.. kayaknya kamu perlu liburan dech jane..”
“yes,you right tika.”
“itu sich gampang,kamu liburan aja di desa nenek ku,setuju?”.aku hanya mengangguk pelan.yach. mungkin benar kata tika,aku ini butuh liburan tuk melupain kejadian itu.
“ aku akan buat surat ijin untukmu,dan kamu mau berapa lama disana”
“ maybe two weeks, but.. apa bisa aku izin selama itu. Kan sekolah hanya memberikan izin selama 5 hari.”
“ ahh itu mah gampang jane. Aku bilang aja sama sekolah kalau kamu lagi ikut lomba bintang pelajar di autralia. Gimana??
“.yeah, it’s great idea, but you must promise to me. Kamu jangan kasik tau siapa pun tentang keberadaan ku ini, ok??
“ ok “

Cerpen Cinta Sejati

Keesokan harinya, aku sudah bersiap-siap ,namun tika belum juga datang menjemputku.gini nich resiko buat janjian sama tika, dia pasti datangnya lama banget, bisa- bisa kakiku laam kelamaan berjamur nich.

Setengah jam kemudian ,tika datang menjemputku.dan tanpa basa basi lagi aku langsung naik motornya.tika hanya bisa mengantarku sampai terminal karena tika tak berani mengantarkan ku sampai di desa neneknya.kemudian aku mencari bis yang sesuai dengan arah tujuanku.

Dua jam kemudian,aku sudah sampai di desa nenek tika,namun aku harus naik ojek,karena alamat yang ku tuju masih lumayan jauh.aku kaget melihat jalannya yang begitu hancur dan jalannya penuh lumpur. Ya aku tahu namanya juga desa pasti dong jalannya seperti ini,tapi kok parah banget ya.tak lama kemudian aku sampai di rumah nenek tika.keluarga tika menyambutku dengan sangat baik dan ramah.
“ kamu yang bernama jane ,temannya tika kan?”
“ yes aunt,hmm I hope you happy if I here”
“ maksud kamu jane”. Upss… aku lupa ,keluarganya tika kan pasti tak mengerti kalau aku bicara pake bahasa inggris.
“ maksud saya,tante. Saya berharap keluarga tate senang dengan kedatangan saya.”.
“ tentu saja kami senang, yuk nak jane, saya antar kamu ke kamar.”
“ ya tante.”

Ku lihat sekeliling rumah ini,begitu sederhana, kecil dan rapi namun tak membuat mereka bersedih.kekompakan keluarga ini membuat ku nyaman di sini.tak seperti di rumah ku yang luas dan mewah tapi tidak ada kehangatan keluarga yang ku rasakan.kemudian aku keluar dari kamar dan Kurasakan angin sore membelaiku,membuatku ingin jalan-jalan di sekitar desa ini.ku ambil kameraku, earphone dan ku ajak sepupunya tika,namanya tania, untuk menemaniku jalan-jalan. Benar dugaan ku, aku merasakan kedamaian angin.angin seperti sedang bersahabat dengan ku.tania mengajak ku ke kebunnya. Untuk mencapai kesana, aku harus melepas sendalku, jika tidak ingin sandal jadi kotor. Disana- sini jalannya becek dan licin. Betapa terkejutnya aku, melihat jalan yang begitu sempit dan memerlukan extra hati-hati,

Sesampainya disana, aku segera mengambil camera dan mengambil gambar. Pemandangan di sini benar-benar indah dan alami banget. kemudian aku menyuruh orang-orang disekitar ku untuk berfoto bersama kami. Karena keasyikan,tanpa ku sadari, aku semakin mundur, mundur dan akhirnya aku terpeleset tapi untungnya ada seorang pemuda menolongku.namun ku lihat wajahnya samar- samar dan semakin lama pandanganku buyar ,aku tak kuat menahannya lagi hingga akhirnya aku pingsan. Tania dan pemuda yang menolongku panik dan membawaku ke rumah tante tika.

Setengah jam kemudian, aku siuman.aku keluar dari kamar . keluarga tika melihatku keluar langsung mendekatiku.
“ kok keluar neng, neng kan masih sakit“
“ aku baik-baik aja kok tante.aku mau keluar sebentar dulu ya..”
“ perlu di temenin, jane??” kata tania .
“ ndak kok, kamu ndak usah khawatir ya, now, I’m fine.” Kemudian aku mengambil jaketku dan earphone.aku keluar dari rumah. Sudah 10 menit aku berjalan tak tentu arah. Dan aku sadar , aku sudah sangat jauh dari rumah tante tamara.aku tak tau berada di mana dan sepertinya aku tersesat. Tapi ku terus meneruskan langkahku ini. Tak berapa lama kemudian aku menemukan sebuah taman kecil di tepi sungai. Aku duduk di taman, dan melamun disana.disaat aku termenung, tiba-tiba saja ada 3 orang mendekatiku. Ternyata mereka adalah michael dan pengawalku.
“ jane, kamu harus pulang !!”
“ kalian kenapa bisa disini ??”
“ itu tidak penting!! Sekarang kamu harus pulang !!”
“ tidak. Aku tidak mau pulang !!”

Kedua pengawal ku menarik tanganku. aku sudah memberontak tapi mereka tidak mau melepaskan ku. Aku teriak sekencang-kencang.
“ somebody help me!! Help me!!”

Aku sudah teriak sekencang-kencangnya,tak seorang pun ada yang menolongku. Aku semakin panik dan takut. Ketika mereka akan membawa ku masuk ke dalam mobil mereka.ada seorang pemuda menolongku dan menghajar mereka bertiga hingga akhirnya mereka lari terbirit-birit ketakutan dengan wajah yang bengkak.  Setelah mereka lari, tanpa ku sadari aku memeluk pemuda yang menolongku.dan entah kenapa aku merasa nyaman banget dengan dia.
“ upss… I’m sorry. And thanks ya.. kamu sudah menolongku dua kali. “
“ sama-sama mbak.
“ jangan panggil mbak dong, kita kan seumuran. My name is jane.” .Aku menjulurkan tangan ku.dan pemudaitu membalasnya.
“ namaku nicko notonegoro.kamu sendirian jane?? “
“ ya tapi aku tersesat. Aku dak tau jalan pulang ,nicko.”
“ aku anterin kamu pulang ya.”. aku pulang bersama nicko. Setelah aku berkenalan dengannya ternyata ia lelaki yang menyenangkan, mengapa aku merasakan hal yang berbeda ?? mungkin hanya perasaanku saja.sore harinya nicko membawaku ketempat yang sunyi,sepi,sejuk,pemandangannya indah,Sungguh hati ini terasa tenang,nyaman,dan damai ketika aku duduk dekatnya. Aku mulai menyukainya, aku mulai menyayanginya. Disela-sela suasana yang romantis dan nicko pun memegang erat tanganku.

Hati ini tak terasa percaya,apakah dia mencintaiku ??
Namun hati ini seakan berkata “ Tuhan apakah ini yang dinamakan jatuh cinta ?, bila memang jodohku dekatkanlah, namun bila bukan jodohkanlah aku dengan dirinya”. Setengah jam kemudian , nicko mengantarkan ku pulang.

tak terasa aku sudah 2 minggu berada disini. Hari ini waktu nya aku pulang. Sebelum pulang aku menemui nicko di rumahnya untuk memberikan kenang-kenangan untuknya.
“ permisi…. “ aku mengetuk pintu rumahnya tapi tidak ada jawaban.

Sudah berulang kali aku mengetuk pintu rumahnya tapi tetap saja tak ada jawaban.
Aku sedih,hari ini tak bisa bertemu dengan nya.Padahal aku berharap hari ini akan bertemu dengannya. Ku ambil kado dan surat di dalam tasku. Kado itu aku letakkan di depan pintu rumahnya.selamat tinggal nicko, semoga kita bisa bertemu lagi dan aku berharap smoga mimpimu untuk menjadi desaigner terkenal menjadi kenyataan.jika memang kita berjodoh, aku yakin suatu saat nanti kita akanbertemu.gumamku dalam hati.

tiga tahun kemudian. aku kembali ke negaraku,London. Aku kembali menjadi model.hari ini aku sangat sibuk. Dari pagi sampai sore jadwalku sangat padat.aku memanggil managerku untuk melihat jadwalku hari ini.ternyata aku hari ini akan bertemu dengan desaigner muda. Ku ambil kunci mobilku dan langsung menuju ke rumahnya yang lumayan jauh dari rumahku.

sesampainya disana, aku sangat kaget melihat bangunan rumahnya yang begitu unik.ku lihat di sekelilingnya , terdapat taman yang begitu indah, Kemudian aku mengetuk pintu rumahnya. Pemilik rumah pun membuka Pintu rumahnya dan mempersilakan aku masuk. Kemudian kami merencanakan kerja sama kami.tak terasa sudah satu jam aku disana. Sekarang aku pamit pulang. Ketika aku berjabat tangan dengan pemiliki rumah, aku melihat gelang yang di pakai di tangannya. Gelang itu mirip banget dengan gelang yang ku berikan kepada nicko.karena penasaran aku langsung bertanya pada pemilik rumah itu.
“ anda nicko??”
“ kok  anda tahu??, “
“ aku jane , nicko..”
“ jadi, jane faustin itu kamu??”
“ iya nicko…” .
" jane, aku sudah membaca suratmu, maaf waktu itu aku tak bisa menemuimu.hmm.. sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama dengan mu. bahkan sampai saat ini aku masih mencintaimu dan aku selalu menunggumu.namun aku tak bisa mengungkapkannya waktu itu karena aku takut kamu tidak merasakan hal yang sama denganku. "  nicko langsung memeluk ku . aku benar-benar  terharu mendengar kata-kata nicko. aku tak menyangka cintaku tak bertepuk sebelah tangan selama ini. dan inilah cinta sejatiku, nicko.


WHEN BAKWAN MEET BAKSO

WHEN BAKWAN MEET BAKSO



Bakwan dan bakso adalah saksi bisu yang mengawali dan mengakhiri kisahku dan dirinya, kisah kami berdua. Dua makanan itu amat berarti bagi kami, terkhusus bagiku. Yang kini terluka karena bakso! Huh, iya baksolah yang membuat hatiku tergores dan terluka.

Bakwan adalah makanan favoritku, entah kapan mulanya aku pun tak tau. Tapi, yang jelas bakwanlah saksi bisu yang mengawali kisahku dan dia. Aku yang pertama suka bakwan akhirnya mampu menghipnotis dirinya yang dahulu tak begitu suka atau bahkan jarang menyentuh yang namanya “BAKWAN”.

11 November 2011 .
Tanggal itu bertepatan dengan hari ulang tahun kakakku, Teresia. Adalah tanggal jadinya persahabatan aku dan dia.

Bakwanlah! Iya bakwanlah yang menjadi saksi bisu terbentuknya persahabatan kami. Kini, persahabatan itu pun berujung menjadi cinta. Yah, aku dan dia sekarang adalah sepasang kekasih. Kekasih dalam istilah kaum remaja dan kawan dekat bagi  kaum dewasa. Bahkan, dia bukan hanya sekedar kekasih, melainkan sahabat, teman dekat, sekaligus abang bagi kakak, panggilan yang kerab kami sepakati bersama.

7 Desember 2011 adalah awal lembaran baru kami dibuka. Aku dan dia resmi merajut kasih, menjalin cinta. Aku dan dia saling suka, mungkin karena dia adalah sahabatku yang telah cukup lama ku kenal. Dan semua itu pun muncul seiring berjalannya waktu, membawa segala rasa yang kian bersatu.
“Makasih ya, Ryn udah mau buka lembaran baru untukku. Aku janji insya Allah aku bakal jadi yang terbaik, khususnya untuk kamu Auryn.”ucap Reno seusai menyatakan segala rasa yang kian menggebu dihatinya padaku.
“Iya, sama-sama Re. Makasih juga ya udah milih aku dan udah mau berusaha demi aku. Amin!”balasku menanggapi.
“Iya Auryn.”jawabnya dengan nada haru bahagia.
***

Hari demi hari pun berlalu, tak terasa bulan demi bulan pun berganti seiring lamanya bumi yang berotasi. Tak terasa aku dan dia sudah merajut kisah kasih hampir 4 bulan lamanya.
11 Januari 2012 .
Hari lahirku, hari ulang tahunku, hari bahagiaku yang ku rasa tak pernah ada yang spesial dihari itu. Namun, ternyata di tahun ini 2012, menjadi hari yang amat spesial bagiku. Ialah orang pertama yang memberiku ucapan selamat ulang tahun. Tepat pukul 00.00 WIB, ku baca smsnya yang sengaja dia kirim panjang-lebar khusus berisi akan doa, permohonan, dan harapannya untukku.

Tuhan memang tahu apa yang dirasakan hambanya. Entah kenapa, aku terbangun beberapa menit kemudian setelah sms yang dia kirim itu masuk ke handphoneku. Mungkin memang aku ditakdirkan untuk bangun pada saat itu juga hanya untuk membalas ucapan darinya atau karena satu panggilan tak terjawab darinya yang membuatku terbangun. Hahaha, ntahlah yang pasti saat itu pukul 00.30an mataku pun terbuka sembari jari-jari tanganpun menari diatas tombol handphoneku.
***

Langit merah jingga di ufuk timur dari matahari yang mau terbit, berpadu dengan semilir angin sejuk meniup anak rambutku yang lembut bergelombang. Pagi yang cerah membuatku terlena akan nikmatnya hari. Cinta memang tuli dan buta, itulah yang berkecamuk di dadaku saat ini. Sampai aku tak perduli atas perkataan teman-temanku. Aku hanya terfokus akan perasaanku yang sedang kasmaran dilanda butir-butir cinta Reno, kekasihku.

Namun, akhir-akhir ini semuanya berubah 240 derajat. Reno jadi cuek sama aku. Dan perasaan  itu pun rasanya semakin hari semakin menjauh, ntah ia terbang, melayang aku pun tak tau. Dan akhirnya, aku pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang telah ku rajut bersama Reno di bulan ke-5 kisah cinta tersebut. Cinta memang berawal bahagia dan penuh canda tawa. Namun cinta berakhir dengan cucuran air mata dan suara tersedu-sedu yang menyelimuti rupa.
Sore itu ..

Sehari setelah hari jadi kami yang menginjak bulan ke-5 dan sehari sebelum ulang tahunnya, aku udah putus tekad untuk mengatakan rasa ketidaksanggupanku bertahan menjalin kasih yang kini melanda jiwa.
“Re, aku mau ngomong sesuatu. Penting!”ujarku padanya lewat handphoneku.
“Re, maafin aku ya! Aku nggak bisa jadi seperti yang kamu mau. Sebaiknya kisah ini berakhir cukup sampai di sini! Maaf Re, aku udah nggak bisa lagi ama kamu.”sambungku pada Reno yang sempat membuatnya kaget.
“Yah, apalah daya tangan tak sampai. Itu semua keputusanmu Ryn. Semoga itu adalah keputusan terbaik untuk kita, khususnya kamu Ryn. Makasih ya, kamu udah jadi motivatorku  selama 5 bulan ini. Bagiku kamulah yang terbaik dari gadis lainnya yang sempat singgah dihati aku Ryn.”ujar Reno menanggapi.
“Iya, Re sama-sama.”balasku tak kuasa menahan tangis.
***

Keesokan harinya,
9 Februari 2012 adalah hari ulang tahunnya, tak ada yang spesial. Yah, di malam harinya sekitar pukul 00.15 WIB aku berhasil ngucapin dan mungkin juga udah berhasil jadi yang pertama. Ku kirimlah sms yang telah ku persiapkan sehari sebelumnya, segala harapan dan doa pun telah ku tuliskan di pesan singkat itu.

Di sekolah …
Belum ada yang tahu tentang kabar berakhirnya hubungan kami. Semua baik-baik saja, hanya saja yah ada yang berbeda dari kami. Yang sebelumnya jauh menjadi semakin jauh hingga saat ini.
“Auryn, auryn. Sini bentar deh! Aku mau ngasih tau kamu sesuatu, penting!”ujar Laras sembari menarik tanganku menuju meja guru yang kebetulan lagi kosong alias nggak ada guru.
“Ryn, aku mau cerita ama kamu. Tapi serius kamu jangan marah ya!”ucap Laras teman sekelasku.
“Iyaiya emang ada apaan sih?”ujarku penasaran.
“Gini, kemarin sepulang les ama Keke, kami kehilangan dia. Ditelefon malah nggak diangkat. Eh rupanya pas kami keluar kami liat Keke lagi makan bakso ama Reno, Ryn.”cerita Laras.
“Oh gitu, santai aja kali! Kami udah putus, Ras! Astagfirullah al adzim, tak ku sangka ternyata dia main belakang ama aku. Mm, nggak ada yang perlu disesali kalo begitu. Keputusanku udah benar! Sst, diam-diam  aja ya! Baru kamu yang tau hal ini, selain dia dan Rere, sahabatku.”pintaku pada Laras.
“Haa? Serius kamu, Ryn? Yah, mungkin itu yang terbaik. Oh ya, mereka memang udah sering makan bakso bareng, Ryn. Trus adalagi, Reno juga pernah nganterin es krim ke rumahnya Keke.”sambungnya.
“Iya, aku serius. Huh, munafik juga tu cowok! Dia nggak pernah ngasih tau sedikit pun tentang hal ini ke aku. Okedeh, makasih infonya, Ras!”ujarku.
“Iya, Ryn. Sama-sama,”balasnya.
***

“Oh Tuhan, sebegitu bodohnyakah aku yang telah dimabuk CINTA? Sampai aku tak tau lagi apa yang telah terjadi padaku, siapa dia, dimana dia, dan bagaimana dia sebenarnya?”ucapku dalam hati.
“Aku tlah disakiti ! Aku tlah dikhianati !”sambungku.

Tapi, walau bagaimanapun aku tetap harus memaafkan dan melupakan segenap keburukan yang tlah ia lakukan untukku. Karena aku tau Engkau saja mampu memaafkan hambamu yang berdosa.

Maafkan aku Tuhan yang telah mencintainya hanya karena mengandalkan perasaanku semata. Kini aku sadar mencintai seseorang itu hendaknya cinta karena mu Tuhan!

Sekarang ia tlah mencinta dan dicintai kekasihnya, teman dekatnya, atau sahabatnya? Ah ntahlah aku pun tak tau, sekarang dia bersama BAKSO bukan BAKWAN lagi. Kini ku hanya bisa berdoa semoga mereka bahagia dan untuknya semoga bisa bahagia bersama Keke. Dan menjadi lebih baik lagi, Amin!

ANTARA ASMARA DAN PENDIDIKAN

ANTARA ASMARA DAN PENDIDIKAN

Di sebuah desa terpencil, di sebuah kabupaten di daerah Jawa Barat aku di lahirkan. Ku terlahir di keluarga yang tak begitu kaya,,,, ya golongan menengah kebawah lah….waktu terus berjalan dan aku pun semakin besar. Aku orangnya pendiam dan tak terlalu banyak bicara,, karena mungkin itulah watakku. Tak terasa sekarang aku sudah menginjak usia remaja,, ku tempuh pendidikan SMA ku di sebuah sekolah terpencil di kabupaten itu,, sebuah sekolah yang baru berdiri beberapa tahun saja, ku ambil jurusan Teknik Komputer Jaringan.

Ku jalani hari demi hari dengan senang hati,, hingga pada suatau saat tibalah penerimaan siswa baru, kebetulan aku menjadi salah satu panitia. Saat aku sedang duduk termenung, sambil istirahat karena memang kegiatan nya padat banget, tiba-tiba lewatlah seorang gadis yang parasnya lumayan cantik, “permisi kakak” kata gadis itu. “okh… silahkan, mang mau kemana?” jawabku. “ mau ke kantin ka !” jawabnya lagi.

Semenjak kejaAndin itu, kuterus terbayang wajah gadis itu,,, hatiku semakin tak karuan dari hari ke hari. “Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta???” Gumam ku dalam hati..Akhirnya ku cari nama gadis itu, dan dimana rumahnya. Dengan batuan teman akhirnya aku mengetahui namanya yaitu Andin dia orang Tasikmalaya, dia sekolah di sini ngekos.
Di suatu pagi saat berangkat sekolah, tidak sengaja aku ketemu dengan gadis itu. “Pagi dhe,, !” kataku, lalu dia menjawab “ pagi juga ka!. ”tumben sedirian berangkatnya, Yang lain kemana?” Tanyaku lagi,, “mereka masih di kosan ka, lagi sibuk mandi. Lum pada beres” jawabnya. ”okh,, “ sahutku.

Akhirnya kami berangkat sekolah bersama sambil terus ngobrol,, bercanda kesana kemari.

Dari hari kehari rasa dalam hati, bukannya semakin kecil malah semakin besar. Dan persahabatan kami pun semakin dekat. Tapi aku masih bimbang,, dengan perasaan yang ku rasakan.. Apakah ini rasa sayang seorang kakak pada adiknya apakah lebih. Setelah beberapa hari ku pertimbangkan, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan perasaan ini kepadanya.

Saat itu kebetulan malam minggu, siangnya ku minta ijin pada Andin bahwa nanti malam aku mau main ke kosannya, dengan senang hati dia mengiyakannya. Aku pun datang ke kosannya sekitar jam 7 malam, di persilahkan nya aku masuk, tapi aku tidak mau. Aku menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, dan takut ada fitnah dari tetangga sekitar. Karena yang kos disitu isinya cewek semua. Kami terus mengobrol di teras depan di bawah sinar rembulan,, karena kebetulan banget malam itu bulan bersinar dengan indahnya.setelah ngobrol sekian lama, mungkin inilah saatnya aku nyatakan perasaan ku kepadanya. “Andin, boleh ga a nanya ma Andin?” aku memulai pembicaraan, “ tanya apa kak?” jawab Andin.” Mau ga Andin jadi pacar kakak?” tanyaku pada Andin,, lalu Andin pun menjawab “ akh, kakak mah bisa ja bercandanya” jawab Andin sambil tersenyum.” Aku serius ,, aku ga lagi bercanda” sahutku, “ gimana yah ka?” Jawab Andin.”napa?” jawabku dengan hati berdebar-debar.”gini ka, bukan aku ga cinta sama kakak, bukan aku ga sayang sama kakak, tapi….” Kata Andin dengan muka tertunduk. “tapi apa?” jawabku dengan heran. ” papah masih belum ngijinin aku tuk berpacaran, papah pernah bilang padaku, kamu pengen lanjutin sekolah ga? Lau kamu mau sekolah jangan pacaran dulu, lau kamu pacaran mendingan langsung ja nikah, dan ga usah sekolah” Andin mencoba menjelaskan alasannya. Aku hanya bisa tertegun mendengar alasanya. Jujur saja aku salah satu orang yang sangat mementingkan pendidikan. Beberapa saat kami hanya bisa terdiam satu sama lain, hanya suara angin dan suara binatang yang terdengar.

Akhinya ku coba memecah kesunyian itu, “jadi keputusannya gimana?” tanyaku pada Andin. “ tuk sementara ini kita jalani ja hubungan kita seperti sekarang” jawab Andin. “ ya, ku terima keputusanmu itu. Mungkin inilah yang terbaik untuk kita bersama” jawabku. Entah apa perasaan yang sedang ku rasa pada saat itu,, serasa tak karuan. Ada perasaan senang karena dia teguh pada pendirian, karena saking inginnya sekolah, ada perasaan kecewa karena aku tidak bisa menjadi pacar dia.

Tapi mungkin aku tidak bisa menjalin status pacaran dengan dia, tapi setidaknya kami bisa menjalin hubungan sebagai adik dan kakak yang kurasa itu lebih sempurna, karena tidak akan pernah ada kata putus dalam hubungan adik dan kakak.

WAITING LOVE YOU

WAITING LOVE YOU

Cinta sebuah kata yang begitu biasa saja ,tapi bagi teman-temanku itu adalah sebuah kata yang luar biasa yang memberikan banyak kisah dan cerita –cerita dari yang menyenangkan sampai yang menyedihkan untuk hidup mereka.

Menurut teman-temanku cinta adalah suatu kebutuhan ,tanpa cinta kita tak bisa hidup ,tanpa cinta hidup kita tak akan berwarna .Semua pendapat itu tak laku untukku,buktinya aku masih bisa bertahan hidup tanpa cinta,hidupku pun terus berwarna tanpa cinta.Kumpul bareng teman-teman dan keluarga,dapat hadiah ulang tahun,dapat nilai bangus,menang lomba itu adalah hidupku yang berwarna.

Selama hidupku aku tak pernah mengisinya dengan cinta ,kecuali cinta pada keluargaku.Aku lebih senang mengisi dan menyibukan diriku dalam belajar.Bagiku cinta hanya membuang-buang waktu,pikiran,uang,dan membuat ‘cape’ hati.
Akau suka benci ketika teman-temanku bicara begini padaku
“Nera kapan kamu punya pacar?”
“aku nggak mau punya pacar ,aku ingin punya suami,tapi suatu saat nanti ketika aku sudah sukses”
“padahal asyik loe Ner punya pacar ”
“itu menurut kalian kan,menurut aku nggak,ya”dan aku nggak pernah peduli dengan omongan itu.
 
Cerpen Remaja
Cerpen Remaja - Waiting Love You
Setiap hari aku dan teman-temanku selalu berkumpul bersama ditaman atau café setelah pulang sekolah,dan teman-temanku kadanag membawa pacarnya,Monik sama Ray,Lady sama Dika,Nidi sama Rama.Kalau mereka bretiga sudah kumpul bersama pacarnya masing-masing,aku bagia dagangan yang nggak laku-laku(dicuekin sama pembeli),mereka sibuk masing-masing.Malah mereka bertiga berkata begini.Tahu nggak perkataan mereka itu bikin aku gondok “Makanya kamu ,tuh punya pacar dong,”mereka selalu saja bilang seperti itu keaku.
“aku punya pacar kok,nih”aku mengeluarkan buku-buku pelajaran dari dalam tasku
“yeh itukan buku”
aku sama sekali tak iri melihat teman temanku dengan pacar-pacar mereka ,lagi pula buat apa kita pacaran ,toh jodoh itu ditangan tuhan ,tuhan yang mengatur semuanya,tuhan yang akan mencarikan pendamping untuk kita nanti,baik bukan?.Jadi buat apa cape-cape kita cari pacar.

Memang kau ini orang yang tak memperdulikan cinta,tapi cinta selalu saja menghampiriku.Aku benci saat-saat itu.Ketika dia dan dia menyatakan cinta padaku,namunaku katakana pada meraka bahwa aku belum siap untuk punya pacar dan akupun tak mau untuk punya pacar dulu.
Sebenarnya apa yang membuat Vino,Kevin,bilang suka keaku padahal nggak ada yag special dari diriku,aku nggak cantik-cantik amat,penampilanku juga biasa ajah,dan aku juga anggak axis disekolah.
***

Semua ini berawal drai kedatangan Vino sebagai tetangga baruku.Semenjak Vino bertetangga denganku,entah kenapa dia selalu menyempatkan diri untuk mampir kerumaku sekedar untuk ngobrol atau bahkan mengantarkan makanan hamper setiah hari dia melakukan itu dan dia juga suka ngajak aku untuk berangkat sekolah bareng,ya kebetulan sekolahku dan sekolah Vino jaraknya nggak telalu jauh juga,tapi yang buat aku nggak sangga pulang sekolah pun dia nungguin aku untuk pulang bareng dan satu lagi kalaupun sekolah dia hari sabtu libur sekolahku masuk,dia tetap jemput aku.Karena itu semua tentu aku dan Vino menjadi lebih dekat.

Aku menganggap kedekatanku dengan Vino hanya sebatas teman biasa,nggak lebih dan aku rasa Vino pun aku rasa menganggap hal yang sama.Tapi teman-temanku beranggapa lain ,kata mereka Vino punya perasaan denganku,karena menurut mereka seseorang yang punya perhatian lebih itu tandanya seseorang itu suka sama kita.Menurut aku pendapat itu salah,belum tentu juga seeorang yang punya perhatian lebih itu tandanya suka.

Hari itu aku ada janji dengan Vino setelah pulang sekolah,dia memintaku untuk menemaninya keBokStore dan ini kali pertamanya aku jalan dengan Vino.Aku belum terbiasa jalan dengan cowok,jadi secara diam-diam aku mengajak Monic,Lady,dan,Nidi untuk ikut denganku tanpa spengetahuan Vino jadi intinya mereka bertika mengikutiku jalan dengan Vino..hehe.

DiBookStore Vino sibuk memilih-milih dan mancari-cari buku yang dicarinya,aku juuga sibuk melihat buku-buku sejarah dan biologi,mumpung lagi ada ditoko buku,sempat-sempatin ajah untuk lihat buku sejarah yang bagus,beda lagi dengan teman-temanku,meeka asyik baca-baca majalah yang plastiknya sudah terbuka.
Sore ini setelah dari BookStore kami menyempatkan diri untuk mampir ke coffe shop sekedar untuk santai-santai sambil minum kopi.Kami memilih duduk didekat jendela besar,sementara teman-temanku berada dipojok ruang,dari tempat itulah Vino tidak akan mengetahui keberadaan teman-temanku.
Diluar sana gerimis mulai berjatuhan membasahi jalanan dan lambat laut gerimis itu berubah menjadi hujan deras yang mengguyur jalanan.Sore ini menikmati moccacino hangat sambil ditemani hujan deras yang membasahi jendela besar disampingku ,air hujan yang membasahi tampak sperti air mancur dikaca.
Mataku terus memandangi tetesan air dijendela,aku sama sekali tak memandang kearah Vino ,aku terus saja memandang kejendela disampingku.
“Nera”Vino memanggilku,memecahkan kesunyian diantara kami
“ya”sahutku tanpa berpaling dari jendela.
“Ra,aku terhanyut ”ucap Vino sambil mengaduk-aduk cappucinonya.
“terhanyut?apa maksud kamu?”aku baru berpaling dari jendela dan memandang wajah Vino.Heran.
“ya aku terhanyut karena memikirkan kamu”Vino memandangku dan itu membuatku sedikit gugup,belum pernah ada orang yang memandangku sedekat ini.
“nge-gombal ajah nih kamu.hahaha”aku mencoba menceriakan suasana,biar nggak terlalu melodramatic gitu.
“aku serius,Ra,nggak nge-gombal”
Tawaku seketika lenyap,aku sempat tak bisa berucap,aku diam sejenak seperti orang gagu,kupandang wajah Vino yang terdiam memandangku,mata kami pun bertemu,namun segera kualihkan dengan memandang kearah jendela.
“aku sayang kamu,Ra”aku tak merespon ucapan Vino,aaku masih terus memandang kearah jendela,mencoba berpikir kata-kata apa yang harus aku keluarkan.
“Vino,didalam menjalankan hidup ini aku punya prinsip dan prioritas.Aku ingin focus belajar untuk masa depanku,karena aku ingin sukses.Bahkan karena prinsipku itu aku sampai melupakan cinta,aku tak mau cinta mengganggu kegiatan belajarku,jadi gue nggak mau memikirkan soal cinta dan pacaran dulu” sesungguhnya aku nggak enak bicara begitu keVino ,tapi mau gimana lagi itu memnag sudah keputusanku,memang sudah prinsipku,jadi harus tetap  diperjuangkan.
“ok lah,aku hargai prinsip kamu,seharusnya aku juga bisa punya prinsip seperti kamu”terlihat kekecewaan diwajah Vino ,namun dia sembunyikan dengan senyuman simpul.Aku jadi turut tersenyum mendengar ucapan Vino
“ruuumah kita kan berdekatan ,lebih enak kalu kita jadi teman,dan kita selalu ada ketika saling membutuhkan,kita selalu ada ketika sedang maupun sedih”
“aku setuju”balas Vino riang
“Monik,Nidi Vino nembak Nera”kata Lady berbisik.
“iya denger.Gimana sih tuh anak malah ditolak,vino kan cakep,kerena juga lagi”bals Monik kesal
“ya udah lah ,Nera ini,hidup,hidupnya dia”sambung Nidi
***

3 hari kemudian.
Siang ini setelah pulang sekolah,kuputuskan untuk mampir dulu keperpus,kebetulan hari ini ketiga temanku lagi pada hangout sama pacar-pacar mereka.Siang ini tumben bangat perpus sepi,biasanya juga rame,pada kemana orang-orang?

Siang ini diperpus,aku mau cari buku kimia,soalnya dibuku paket yang aku punya ada satu materi yang nggak jelas bahasanya.Nah ketika aku lagi dalam perjalanan mencari buku kimia yang aku cari,tanpa sengaja aku ketemu sama Kevin,sang juara olympiade sains tinggat nasional 2011.Kebetulan bangat aku jadi bisa nanya-nanya soal kimia sama Kevin.
“Kevin dibuku paket ini ada satu materi yang nggak jelas bahasanya,dan aku mau cari buku kimia perpus yg lebih jelas,tapi nggak ketemu.Nah mumpung ada kamu disini ,aku minta tolong,ya.Hhmm ajarin aku hihi dan jelasin materi ini”jelasku begitu menyudahi pencarian buku dan duduk dikursi belajar.

Tanpa pikir panjang lagi,Kevin ternyata mau ngajarin aku materi kimia yang aku nggak ngerti,thanks Kevin.Padahal aku sama Kevin nggak deket,cuma saling mengenal kadang menyapa pun jarang,tapi dia dengan baiknya mau ngajarin aku.Sekali lagi,thanks Kevin.

Aku terhanyut dalam penjelasan Kvein,dia begitu rinci dan jelas dalam menerangkan materi kimia,ceper masuk keotak kalau dijelasin sama Kevin.Kalau kaya gini sih bisa setiap hari minta ajarin Kevin dan kalau setiap hari minta ajarin soal kimia,wah bisa ketularan juara sains,nih.
Sepertinya Kevin ini guru kimia yang nyamar jadi anak murid deh,haha.Habis sainsnya pinter bangat,emang nggak salah deh kalau dia jadi juara sin tingkat nasional.

Selesai mentransfer ilmunya keotakku,aku dan Kevin masih berbincang,kami bercerita hal-hal lucu sambil bercanda.Seru sekali.Ternyata dalam kehidupan Kevin banyak kisah lucu yang terjadi,soalnya kata dia saudara-saudaranya itu suka bertingkah aneh,jadi suka menggundang tawa.
Siang ini karena mataharinya terik bangat,jadi Kven berbaik hari mengantarkan aku pulang.
***

“hayo kemaren pulang sekolah dianter sama siapa?”ledek Nidi saat kami sedang berkumpul dikelas.
“kamu tahu?”
“hah kamu dianter pulang.Wah..wah pas kemaren kita jalan ternyata kamu punya gebetan ya?gak bilang-bilang kita lagi”sambar Monic.
“ihh yang kemaren nganter aku pulang tuh Kevin,dia bukan gebetan aku kok,dia Cuma nganter aku pulang doing.”
“hah?Kevin yang juara sains itu?”Tanya Lady tak pecaya.
“iya”
“Kevin,dia sebenernya tuh cakep,cumin karena kebanyakan belajar sains dan pakai kacamata,gantengnya jadi ketutupan.Jadiin pacar kamu ajah Ner”kata Monic lagi
“ihh apaan sih”

Akhir-akhir ini aku merasa jadi dekat dengan Kevin,mungkin karena kejadian waktu itu dan kamu pun jadi saling membutuhkan,aku butuh dia untuk kimia,dia butuh aku untuk sejarah dan ekonomi.
Aku senang bisa dekat dan berteman dengan Kevin,dia baik,dia pintar,dan nggak pelit dalam berbagi ilmu,apalagi jika aku kesulitan dalam belajar kimia dia selalu ada ketika aku butuh.Kadag dia juga suka anter aku pulang.

Lagi-lagi teman-temanku berfikir kalau Kevin menyukaiku.OK kuberi dua jempol untuk mereka yang waktu itu sudah benar,bilang bahwa Vino menyukaiku dan ternyata benar.
“kamu itu nggak peka sama orang.Lihat dia,baik dan perhatian sama kamu,coba kalau sama yang lain dia biasa ajah tuh.Itu tandanya dia suka sama kamu Nera sayang.”

Yaampun benar ucapan Nidi,aku memang nggak peka sama orang,mungkin akunya terlalu cuek.Untuk kali ini ternyata pemikiran teman-temanku benar lagi.Kevin menyukaiku.

Waktu itu dimalam sabtu,Kevin mampir kerumahku,katanya mau pinjam buku sejarah yang waktu itu aku beli diBookStore,soalnya katanya lagi ada hal yang penting yang perlu dia catat.Karena yang bakalan dia catat dari buku itu Cuma sedikit,jadi sekalian ajah dia nyatatnya di rumah aku.

Malam itu diatas rumput hijau,dibawah langit hitan dengan bintang-bintangnya yang bertaburan,aku duduk menemani Kevin mencatat,sambil memandangi bintang-bintang.
“kalau misalnya ada bintang jatuh,kamu mau minta permohonan apa?”Tanya Kevin disela-sela mencatatnya.
“hhmm semoga aku akan selalu bersama teman-temanku sampai tua nanti,kalau permohonan kamu apa?”Tanyaku masih memandangi langit.
“aku ingin jadi kekasihmu”

Aku serentak kaget,lalu kualihkan wajahku keKevin,dia lalu memandangku.Lama.
“kamu?”ucapku penuh tanya tak percaya.
“aku serius”katanya masih dnegan memandangku,aku jadi gugup sendiri.

Hatiku tiba-tiba bergetar hebat,aku merasa kan hal yang lain dihatiku ,aku belum pernah merasakan ini sebelumnya.Apa jangna-jangan ini yang namanya jatuh cinta.Ah,iya mungkin ini!aku jatuh cinta??.

Aku nggak tahu harus jawab apa ini sulit bangat.Ini pertama kalinya aku jatuh cinta ,aku bingung harus bilang apa,ini masalahnya menyangkut prinsip hidupku.Aku nggak mau sampai menghancurkan prinsip hidupku.
“aku,…hmm…”kutarik nafas pelan,lalu kupandang wajah Kevin.Dalam.
“kalau kamu ingin itu,tunggu aku ya sampai lulus SMA.”

Mata kami bertemu dia membisikan sesuatu “ok ,aku akan setia menunggumu”
“sorry,ya kalau harus menunggu.Tapi kamau harus tahu ini.”
“aku sayang kamu,kok”bisikku pelan.
Ini pertama kalinya aku seperti ini,kutegaskan sekali lagi,PERTAMA KALINYA,untuk aku punya perasaan pasa seseorang.

CINTAKU BERAKHIR DIUJUNG JALAN

CINTAKU BERAKHIR DI UJUNG JALAN



Waktu itu aku sedang duduk di bangku tama belakang sekolah bersama sahabat sahabatku. Pada waktu itu juga aku melihat sosok laki laki ideal melintas di hadapanku, perasaan ku sungguh tak menentu jantungku berdebar debar saat dia mengajakku berkenalan, apakah ini yang di namakan cinta? aku sungguh bingung apa yang saat ini harus ku katakan.

Setelah lama aku mengenalnya sungguh tak menyangka dia nyatakan perasaannya selama ini kepadaku aku sungguh tak menyangka jantungku berdebar debar tak menentu "aku sungguh tak tau apa yang aku mau katakan" kata kata itu yang aku kasih untuk dia dan dia pun menjawab "ya, aku kasih kamu waktu selama 3 hari". aku pun harus bilang "iya" karna hanya kata kata itu yang ada di pikiranku saat itu

3 hari kemudian
saat itu seperti biasa aku duduk di bangku taman, tak lama kemudian dia dateng dan bilang "gimana jawabannya udah ketemu?", aku pun menjawab "udah" lalu dia pun berkata lagi "ok, apa jawaban kamu?", "iya" kata ku.dia pun tiba tiba memelukku aku senangnya bukan main.

Setelah hampir satu bulan kira pacaran dia sering banget gak nepatin janji kita, aku tanya ke dia "sebenernya kamu lagi ngapain sih ko sering banget gak nepatin janji emang kamu sibuk banget ya sampe gak bisa dateng ?" kata ku sambil agak emosi ya emang karna dia udah terlalu sering gak nepatin janji dia pun jawab "maaf bukannya aku sibuk tapi aku gak sempet", "iya iya" kata ku
"Hm... sebenerny apa sih yang dia lakuin di belakang aku?" kata ku dalam hati,
aku bilang sama sahabatku dan aku cerita semua tentang aku sama dia dan ternyata sahabatku itu kaget dia juga di tembak sama cowoku trus mereka berdua pacaran sama seperti aku dia juga sering gak nepatin janji.
Lalu aku sepakat sama sahabatku untuk cari tau apa yang dilakuin cowo itu di belakang kita, bener dugaan kita ternyata dia selikngkuh sama cewe cewe, yang lebih parah lagi dia pacarin juga itu kakakkku. aku gak tau haru ngomong apa pada saat itu aku bener bener bingung, pada saat itu aku diam seribu bahasa.

Pada saat otu sahabat ku mulai angkat bicara, "maksud lo apa, lo mau buat mereka saling benci atau mau buat mereka jadi perang saudara!!!, mau lo apa sih!!!" katanya sambil bentak bentak, dia pun diam membisu lalu kita ber 3 pun pergi dari tempat itu.

Lalu aku dan sahabatku pun cerita semua nya tentang dia dan kakakku pun awalnya gak percaya tapi setelah melihat kejadian tadi kakakku jadi sadar. Besokny kita ber 3 nyamperin dia dan dia pun masih diam seribu bahasa, tak lama kemudian dia mulai angkat bicara, dan dia bilang " aku minta maaf " hanya kata itu yang kita dengar tapi ya tak apa lah dan pada akhirnya kita ber 3 pun hidup bahagia tanpa si BUAYA DARAT itu.

PENGHIANATAN

PENGHIANATAN

Dila adalah pacar pertama sekaligus cinta pertamaku. Waktu itu aku kenal dia dari seorang temanku yang juga temannya Dila.Kita ketemuan terus dan sering smsan,tetapi waktu itu kita sama-sama belum saling ada perasaan.Hingga suatu hari Aku ngajak Dila ketemu lagi,dan Dila pun setuju. Pada suatu hari Aku telepon Dila,dan Aku mengatakan cintaku pada Dila,, bahwa aku menyayangi dan mencintai Dila. Dila kaget,bingung dan terdiam setelah Aku mengatakan cintaku padanya mungkin dia bingung harus men jawab apa. Tidak Aku sangka Dila mau menerima cintaku dan mau menerima aku sebagai kekasihnya. “ Ujar Ajang.”
“Ajang : Terimakasih Yaaa Dila...kamu sudah mau terima cintaku !!” tutur Ajang.
“Dila : iaaaa...sama-sama sayang !!” jawab Dila.

Kita menjalani cinta yang begitu indah tanpa ada masalah yang terlalu berat.
2 minggu kemudian..setelah sekolah kita mengambil hasil UAS disekolah dan liburan telah tiba...Sore itu sepulang dari sekolah aku di ajak jalan-jalan sama Dila,terus kita duduk-duduk di taman.
“say,,kan liburan telah tiba...besok aku mulai pulang kampung ke Bandung bersama kedua Orangtuaku,selama aku Liburan diBandung kamu jangan nakal ya,jangan aneh-aneh.” Kata Dila.
“iya, aku ngga bakalan aneh-aneh kok,aku tetap setia sama kamu,,,jaga diri kamu baik-baik ya..” jawabku.
“Sudah hampir 1minggu lebih Dila Liburan diBandung,tetapi entah kenapa aku merasa sikap Dila sama aku berubah,sikapnya enggak semanis dulu,dia juga jarang sms apalagi telepon,perhatiannya pun berubah seratus delapan puluh derajat.” Tutur Ajang.

Cerpen Cinta Sedih - Penghianatan
Tapi aku selalu berusaha enggak mikir yang macam-macam. Lalu aku coba sms Dila.
“say , kok kamu berubah siih sama aku ?” Tanya Ajang.
“berubah giman sii?" jawab Dila.
"kamu enggak pernah sms aku .. kamu sudah nggak mau lagi yaa Sms aku lagi ?” Tanya Ajang.
"emang kenapa ?kenapa enggak kamu duluan yang sms aku,, keberatan ya sms aku duluan, kalau keberatan yaa sudah enggak perlu Sms,aku juga enggak butuh sms dari kamu!!!" Jawab Dila.

Betapa sakit hati ini waktu Dila berkata seperti itu. Lalu aku coba balas sms Dila.
“bukan nya gitu,tapi aku merasa akhir-akhir ini kamu berubah sama aku,knapa siihh? Aku punya salah sama kamu ?” Tanya Ajang.
“enggak kenapa-kenapa.” Jawabnya Dila.
“terus kenapa kamu berubah  sama aku. kenapa enggak pernah sms aku?” tanya Ajang.
"aku enggak akan sms atau telepon kamu... kalau kamu enggak yang sms aku duluan.” Jawab Dila.
“lho kenapa?” Tanya Ajang.
“enggak kenapa-kenapa. Sudahlah aku sedang sibuk..!!” Jawab Dila.

Itu sms terakhir yang Dila kirim buatku. Entah kenapa hati ini sakit sekali Dila bersikap seperti itu.Selama aku pacaran dengan Dila aku belum pernah mendapat sikap Dila yang setega ini sama Aku. Aku hanya bisa merasakan sakit yang amat dalam dan hanya bisa berharap semoga Dila bisa secepatnya berubah seperti dulu lagi.

Hampir 2 bulan Dila bersikap kasar dan cuek sama Aku,,Sampai suatu hari Bagas yang dulu mengenalkan Aku dan Dila datang ke rumah.
“Ajang gimana kabar lo?” tanya Bagas.
“Baik. Lo sendiri gimana? tumben amat lo kesini."
“Iya nih, gue ada kabar penting buat lo....”
“Kabar penting?apaan??” Tanya Ajang.
“ehmm, lo ngerasa engga kalau si Dila berubah sama lo?”
“Iya,sebenernya ada apa sih?gue bingung banget.Sakit hati gue dia giniin sama Dila..”
“Sebenernya....”
“Sebenernya kenapa Gas?lo bilang aja.Gue bisa terima kok!”
“Sebenernya Dila suka sama cowok lain Jang,,,namanya Indra. Dila bilang sama gue dia kenal waktu liburan diBandung.Dia juga bilang udah enggak ada rasa sama lo,,,dia jenuh sama loo..!! Tutur Bagas.
“Apa??!serius lo Gas? Ya Allah tega banget sih Dila sama gue Gas,apa salah gue sampai dia tega lakuin semua ini sama gue".Kontan aku enggak bisa nahan air mataku ini!!” ujar Ajang.
"Maafin gue Jang, gue enggak ada maksud buat bikin lo sedih,,sebenarnya udah lama gue mau bilang semua ini sama lo,,,tapi gue takut lo sakit hati. Gue tau hati lo hancur,tapi gue juga enggak mau lo dihianati sama Dila,,maafin gue Jang. Gue cuma mau yang terbaik buat lo..??” Tutur Bagas.
“Betapa hancur,perih hatiku  mendengar semua ini. Dila... apa salahku, apa dosaku sampai kamu tega lakuin semua ini.Aku yang selama ini selalu setia sama kamu kenapa kamu balas aku sesakit ini.Mana janji kamu Dil, janji untuk tetap setia?kenapa

kamu tega,kenapa?????” Tanya Ajang dalam hatinya dengan perasaan yang begitu hancur.

Rasanya aku sudah tidak punya semangat hidup lagi. Perasaanku hancur,semangatku hilang. Aku begitu tulus mencintai Dila,ternyata harus berakhir seperti ini.Setelah aku pikir-pikir akhirnya aku sms Dila. Rasanya aku sudah tidak sanggup lagi ketemu Dila.
“Dila,maafkan Ajang kalau selama ini Ajang tidak  bisa memberikan  yang terbaik buat Dila,maafkan Ajang  kalau Ajang enggak sempurna buat Dila,,,Ajang hanya manusia biasa. Kalau  dia lebih baik dari Ajang,,,Ajang ikhlas kok nglepasin Dila untuk orang lain. Semoga Dila bahagia yaa sama dia,,1 hal yang harus Dila tau, Ajang selalu sayang Dila...” Tutur Ajang.

2 minggu sudah aku putus sama Dila,namun bayang-bayang Dila masih tetap ada di hati dan fikiranku,,,Aku enggak bisa melupakan Dila.

Sore itu aku sedang belajar memainkan gitar di teras rumahku.Tiba-tiba...
“met sore Ajang..”
“belum sempat aku menjawab salam,,, aku sudah terkaget. Dila, kamu ngapain kesini?” Tanyaku sambil berusaha menyembunyikan amarahku.
“ Jang,aku perlu ngomong sama kamu. Aku nyesel udah nyakitin kamu,aku nyesel udah hianati cinta kita.Ternyata dia bukan lelaki yang baik,dia sudah punya cewek Jang. Aku  hanya dijadikan simpanan untuk dia. Maafin aku Jang,,,aku khilaf.” Kata Dila.
“Dila,tanpa kamu minta aku sudah maafkan kamu dari kemarin.” Tutur Ajang.
“Tapi aku pengen kaya dulu lagi Jang,aku mau kita pacaran lagi.”
“Apa? tega banget sih kamu Dil,kamu pikir aku apa, setelah kamu buang aku ,kamu seenaknya aja minta balikan,kamu pikir aku cuma buat pelarian?aku udah cukup sakit dengan perbuatan kamu.Tolong  jangan buat aku lebih sakit lagi. Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini, pergi!!!” Kata Ajang.
“Tapi Jang,aku masih sayang kamu,kasih aku kesempatan sekali lagi please..aku janji aku enggak akan nyakitin kamu lagi.” Jawab Dila.
"Engga, pergi  kamu, pergiiiiii!!!!!" kataku sambil berlari masuk kerumah. “Dil,kamu tega setelah  kamu campakkan aku,kamu minta aku jadi pacar kamu lagi...segitu jelekkah aku sampai harus jadi tempat pelarian buat kamu...” Kata Ajang.
2 bulan kemudian..
Tittt tiiiitt..

sms from : Bagas
“Jang,lo bisa enggak kerumah Gue sekarang juga,,gue butuh bantuan lo nih ...”

Reply for : Ajang
“Ok,setengah jam lagi gue nyampe rumah loo !!”

Sampainya rumah Bagas...rumahnya Bagas Sepi. Aku mengucapkan salampun tak ada yang jawab. Akhirnya Aku memutuskan untuk menunggu Bagas,,mungkin Bagas sedang kedepan sebentar.

Sudah hampir satu jam aku menunggu Bagas. Tiba-tiba..
“Ajang...” aku spontan menoleh.... Dila??? Lalu aku bangkit untuk pergi,tapi Dila segera memegang tanganku.
“Please,kasih aku waktu untuk ngomong sebentar.” Pinta Dila.
“Jang ini terakhir kalinya aku ngomong sama kamu,aku masih sayang kamu,aku masih cinta kamu,,,aku  bener-bener nyesel udah hianati kamu,aku sadar,,,, dan aku tau aku udah enggak pantes jadi pacar kamu...tetapi yang penting kamu sudah tau apa yang aku rasakan sekarang... Jang sekarang aku harus pergi,aku janji enggak akan ganggu kamu lagi,,aku akan tetap menyimpan perasaanku ke kamu di hatiku. Maafin aku Jang,,,selamat tinggal Jang..” Kata Dila.

Aku terpaku diam.
 “Dila...” panggilku.

Lalu Dila menoleh,,
“ kenapa Jang ?” Tanya Dila.

Aku lalu berjalan mendekatinya. “aku masih sayang kamu Dil,sesakit apapun kamu nyakitin aku,itu enggak akan membuat perasaanku berakhir untukmu...aku enggak bisa lupain kamu.” kataku sambil memegang tangan Dila.
“kamu serius Jang?” Tanya Dila.
“aku enggak pernah main-main sama perasaanku ke kamu.” jawabku.

Lalu Dila memelukku. “Makasih Jang, aku janji aku enggak akan kecewain kamu lagi.” Kata Dila.

PENGORBANAN SAHABAT

PENGORBANAN SAHABAT

Masuk sekolah baru adalah hal yang paling disukai oleh semua siswa.hari ini aku menjadi murid smp..senangnya aku bisa punya teman baru.pagi itu hari ospek pertama.lonceng sekolah berbunyi dan kami semua berkumpul di depan sekolah.
‘’semua murid baru diharapkan memakai atribut mos seperti dasi,topi and ember’’

Astaga,,aku baru tersadar bahwa aku lupa membawa dasi
‘’dimana dasi kamu’’kata seorang senior yang ada didepanku.
‘’maaf kak aku lupa bawa dasi’’kata ku dengan ketakutan
‘’sekarang kamu keluar dari barisan dan jangan kembali sebelum membawa dasi’’

Akupun keluar dengan lemas.tidak ada took dekat sini apa yang harus aku lakukan??
‘’tunggu kamu butUh ini kan??’’kata seseorang di belakangku
‘’iya kak aku sangat butuh dasi untuk mengikuti mos ini’’
‘’kamu boleh pke kebetulan aku mempunyai dua’’
‘’makasi banyak..nama aku mery.’’kata ku
‘’aku melan.ya sudah kita balik kebarisan’’kata melan
Mulai saat itu kami berdua menjadi akrab.apalagi kami ditempatkan di 1 kelas.banyak yang kami lakukan bersama.dan tak terasa sudah 2 tahun kami bersahabat.
Aku dan melan mempunyai hobby yang sama yaitu bermain catur.dan kebetulan di sekolah kami di adakan seleksi catur untuk mewakili sekolah.di sekolah hanya aku dan melan yang bisa bermain catur di kaum hawa.
‘’aku akan sangat sedang bila memegang piala juara catur apakata dunia yach??’’kata ku kepada MELAN
‘’memangnya kamu sangat suka dengan catur??’’
‘’dari kecil aku sudah bisa bermain catur dan sampai sekarang bisa menang lomba catur kebanggaan bagi ku’’kata aku
‘’aku akan mendukung kamu’’
‘’tentu sahabat ku sayang tanpa dukunganmu aku tidak akan jadi apa-apa’’kata aku sambil memeluk dy
‘’hahahahaha kamu kalau urusan gombal juara 1’’
Percakapan kami terhenti dengan bunyi lonceng pertanda jam pulang..
‘’panggilan kepada merry siswa kelas 2b untuk menghadap kepala sekolah’’terdengar bunyi di setiap ruangan

Ada apa yach..apa aku ada salah??pikiran ku berkecamuk
‘’selamat mery kamu terpilih mengikuti lomba catur’’ kata bapak kepala sekolah
‘’tapi pak di sekolah ini yang bisa catur aku dan melan sedangkan kami belum diuji’’
‘’tapi kami menilai bahwa kamu yang lebih bisa jadi siapkan dirimu 2 hari lagi lomba akan berjalan’’
‘’baik pak’’aku langsung keluar
Senang rasanya aku bisa ikut tapi bagaimana dengan mery?? Apakah dia sudah tau kalu aku yang diutus?? Atau dia akan marah kepada ku..tapi kemana mery sudah 2 hari dia tidak masuk sekolah.akupun langsung mengambil tas dan pulang mencari mery dan tidak mengikuti pelajaran selanjutnya karena percuma bagi ku kalau dia tidak ada aku tidak akan konsentrasi.

Rumah tembok hijau itu sepi.tidak ada seorangpun di sana.aku menunggu dengan cemas dan tiba-tiba muncul fony adiknya melan.
‘’ehw ada k melan ayo masuk k merymungkin lagi istrahat”
‘’iya mkasi’aku pun langsung masuk kekamar melan karena aku sudah sering ke sana jadi tidak asing lagi buat aku.
‘’melan..astaga kamu pucat sekali..kamu sakit apa??’’kata ku saat melihat melan
‘’mery,,aku tidak apa-apa aku hanya sakit kepala biasa’’ayo ke dapur pasti kamu sudah lapar

Kami pun keluar dari kamar dan sepintas aku melihat obat diatas meja
‘’bagaimana dengan sekolah’’kata melan saat kami makan bersama
‘’sekolah baik-baik saja tapi aku minta maaf mer karena aku yang terpilih untuk lomba catur’’
‘’hahahahaha kenapa kamu harus minta maaf?? Kata melan
‘’kita kan belum diuj’’
‘’mery..mery mau di uji atau tidak seluruh dunia tau kalau kamu yang pantas ikut.aku sedang karena kamu bisa ikut.dan aku akan sangat bangga kalau foto bersama kamu memegang piala’’
‘’hahahaha belum lomba saja sudah pesan piala tapi aku janji aku akan berusaha tapi kamu mau kan temani aku mengikuti lomba??’
‘maaf sayang aku tidak bisa ikut karena aku harus sekolah kan?? ’kata melan
Kami pun melanjutkan makan karena aku juga sudah sangat lapar.

Hari perlombaan tiba dan aku berangkat hanya didampingi guru.tapi aku janji dalam diri aku,aku akan berusaha demi sahabat aku.perlombaan seleksi kecamatan berjalan dengan lancer dan aku bersyukur karena aku bisa menang dan akan mewakili kecamatan kami untuk lomba kekabupaten.
Paginya aku pagi-pagi sudah kesekolah dengan tidak sabar menunggu melan didepan.sejam menunggu akhirnyamelan datang juga.

Tapi wajah melan yang semakin pucat dan kondisinya snagatlemah
‘’mel,,aku punya gembira’’

Kata aku sambil memeluk melan
‘’berita gembira apa??’’kata melandengan cuek
‘’aku berhasil menang dan 5 hari lagi seorang mery akan mewakili kecamatan kita beadu di kabupaten’’
‘’baguslah kalau begitu’’
‘’iya semua ini berkat kamu sahabatku tersayang’’kata aku
‘’tidak mer,,kamu berhasil bukan karena aku dan semuaini karena usaha kamu sendiri’’kata melan dan pergi meninggalkan aku.
Aku hanya binggung melihat kepergian dia.ini seperti bukan melan yang aku kenal..biasanyadia sangat merespon segala yang aku omong…ada apa dengan dia??
Dengan lemas aku masuk kedalam kelas.hari ini pelajaran fisika dan pelajaran yang aku benci..

Kemana tasnya melan??kenapa berpindah kebelakang??belum sempat aku bertanya ibu guru fisika sudah masuk dan terpaksa aku duduk sendiri.
‘’baik anak-anak kita akan sama-sama mengerjakan tugas halaman 30 dan mery kamu akan mengerjakan soal nomor 1’’kata ibu guru

Bagai disambar petir aku bangun dengan lemas
‘’maaf ibu aku belum mengerjakan soal itu”kata aku sambil ketakutan
‘’bagus..sekarang kamu berdiri didepan kelas sampai ada yang mau mengantikan kamu’’kata ibu guru dengan marah
‘’biar aku saja yang mengantikkan mery bu,,,’’kata melan
‘’baik,,kamu boleh mengantikan dia dan kamu mery silakan duduk”
“baik ibu’’
Aku tau walaupun dia agak cuek sama aku tapi dia tetap peduli sama aku.itulah cri khas sahabat yang aku kenal.
Tapi,,,,,,,hari berlalu melan semakin jauh dari aku..dia tidak pernah mau canda bareng,kerja tugas bareng dan pulang bareng.terasa sepi tanpa dia ada di samping aku

Aku jadi binggung dengan semua sikap dia….
‘’apa salah aku melan sampai kamu seperti ini??’’kata aku sama melan
‘’kamu tidak punya salah apa-apa aku hanya ingin kamu terbiasa tanpa aku’’
Apa yang terjadi..kadang aku berfikir bahwa melan menjauh dari aku karena bukan dia yang mengikuti lomba tapi aku.aku jadi benci sama dia..mengapa melan yang aku kenal jadi egois seperti ini??
5 hari berlalu aku lalui tanpa melan dan saatnya aku harus mengikuti lomba rasanya aku mau minta dukungan dari melan karena dia yang bisa buat aku semangat.aku ke rumah melan tapi kata orangtunya melan kerumah kakeknya.berubah dan sangatberubah..melan tidak pernah melupakan sekolah dan tidak pernah melupakan aku tapi sekarang berbeda..

Hari perlombaan tiba dan aku pergi tanpa dukungan melan.tapi aku bersyukur karena aku bisa menjadi juara ke2..dengan senang aku memegang piala dan piagam.aku jadi teringat kata-kata melan dia ingin foto bersama saat aku memegang piala.sepulang dari lomba aku langsung kerumah melan,,,,tapi mengapa ada tenda didepan rumah melan?? Dan terlihat bendera kuning.astaga jantungku berdetak kencang siap yang meninggal??
‘’k melan’’ suara tangisan fony dari dalam dan memeluk aku
‘’ada apa fony.ada apa??siapa yang meninggal??kata aku sambil ketakutan
‘’aku sudah tidak punya kakak lagi.kakak aku melan telah pergi’’kata fony sambil menangis
‘’ti….ti…tidak mungkin’’aku langsung berlari kedalam

Aku seperti bermimpi melihat sesosok sahabat yang selalu ceria damping aku,penuh canda kini telah kaku dan terbaring…….
‘’ini tidak mungkin,,kenapa kamu bisa jadi begini..apa yang terjadi melan??mengapa kamu meninggalkan aku??kamu lihat aku sudah bawa piala dan ini ada kamera kita bisa foto bersama jadi bangun yach’’kata aku sambil menangis sambil memegang kepala melan,akupu histeris dan pingsan
Saat tersadar ada mamanya melan disamping aku.dan ternyata melan sudah mengidap kanker otak 2 tahun yang lalu tapi tidak ada yang tahu.melan menutup rapat semua ini.keluarganaya tahu baru sekitar sbukan yang lalu itupun sudah sangat parah.

Kini aku baru tahu ternyata kecuekan dia akhir-akhir ini karena dia ingin buat aku terbiasa tanpa dia.bahakan kisah-kisahnya yang aku baca di diary pribadinya.dia juga yang meminta kepala sekolah memilih aku karena dia ingin mewujudkan keinginan aku..aku memang sahabat yang gagal tanpa tau penderitaan sahabat aku.dan di akhir tulisannya ada sebuah tulisan

Mery sahabatku maafkan aku karena sudah membuatmu kecewa.tapi kamu harus tahu bahwa semua itu karena aku ingin kamu terbiasa tanpa kamu. tapi kamu tetap sahabat aku dan tetap semangat bersekolah.melan

Kini tinggalah batu nisan yang menjadi tempat curhat ku.melan sahabAtku telah pergi dan tak akan pernah kembali.tunggu aku disana untuk kita bertemu lagi..Aku sayang kamu sahabatku,,,,,,,,,,