SAKIT TAUUUU...
Perkenalkan ini
pacar ku…..
Ya…kata-kata itu selalu datang dalam pikiran Nia dikala sedang
memikirkan Richi. Nia adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga
sederhan.Ayahnya seorang pedagang kakilima,sedangkan ibunya hanya ibu
rumah tangga biasa.
Pendapatan orang tuanya yang bekerja sebagai pedagang kakilima kadang
tidak mencukupi kebutuhan keluarganya. Apalagi ditambah tujuh orang
saudaranya yang rata-rata masih duduk dibangku sekolah. Sehari-hari
sepulang sekolah Nia selalu membantu orang tuanya. Di saat kondisi
keluarganya yang seperti itu,cinta datang dalam hidupnya.
Berawal saat masuknya ia ke Sekolah Menengah Atas , tepatnya di
SMA Negri 11 Bandung. ”hey………kamu yang diujung,berdiri dan perkenalkan
dirimu!”teriak senior yang membinanya. Dengan spontan Nia berdiri dan
melangkahkan kakinya mendatangi senior itu. ”Nnnnnnama saya Tania
Pratiwi, tinggal di jl Suyoto, lahir di Bndung 4 April 1994.” sambil
terbata-bata Nia menyebutkan satu persatu identitasnya. Masa Orientasi
Siswa merupakan saat-saat yang selalu membuat keringat Nia berubah
dingin seketika, karena pada masa itulah Nia selalu dikerjai oleh
seniornya. Sialnya, hal itu terulang kembali pada MOS kali ini.
Berturut-turut ia dikerjai dan dipermalukan oleh senior. Hingga sampai
puncaknya,rasa malu nia tidak dapat terbendung lagi. Ia pun berlari
keujung koridor. Sambil menangis, ia duduk dan merundukan kepala, tampak
seorangpria datang dan duduk
disampingnya.”Sudahlah jangan sedih,dulu saya juga seperti kamu,bukankah
hal-hal seperti ini sudah biasa terjadi? Maafkan teman-teman saya
mungkin mereka sudah keterlaluan terhadap mu…..perkenalkan namaku
Richi.” Sambil tersenyum Richi mengulurkan tangan. Di situlah awal
pertemuan mereka.
Dua tahun telah berlalu di SMAN 11, selama itu pula tanpa diduga Nia menyimpan suatu perasaan pada Richi.
Richi merupakan sosok pria yang baik dan ramah. Selain itu,dia juga
dikenalan multi talent. Tidaklah salah, jika banyak gadis-gadis
disekolah maupun luar yang menyukainya, termasuk gosip-gosip yang tidak
sedap mengenainya tentang kriteria cewek yang disukainya. Sebenarnya Nia
telah mengetahui hal itu baik dari teman-temannya maupun orang terdekat
Richi. Tapi,rasa cintanya terhadap richi salalu menepis kabar buruk
itu. Ia berpikir bahwa seorang Richi tidak mungkin memiliki sifat
seperti yang diceritakan orang.
”Apapun yang dibilang orang tentang dia, tidak
akan memudarkan rasa cintaku padanya.”itulah kata-kata yang selalu Nia
ucapkan dalam hati. Ia sendiri tidak mengetahui bagaimana perasaan Richi
sebenarnya padanya.
Sampai suatu hari, Nia diajak ayahnya pindah ke Jakarta karena kondisi
keuangan keluarganya semakin memburuk. Hal itu membuat Nia sedih, ia
merasa tidak akan bertemu lagi dengan Richi.
3 tahun sudah Nia berada diJakarta, disana ia bersama keluarganya
membangun sebuah toko kue. Penghasilan dari toko itu cukup
lumayan,sehingga membuat kondisi keuangan keluarganya membaik dan ia
dapat melanjutkan kebangku kuliah. Walaupun sudah lama tidak bertemu
dengan Richi, tidak ada sedikit pun perasaannya yang berubah. Bahkan ia
mempunyai mimpi kelak bersama Richi.
Tak disangka di universitas yang sama Nia bertemu dengan Richi. Ia
bersama seorang wanita yang cantik. “hei…….ini Niakan ?”sapa Richi. ”Iya
kak.”sahut Nia sambil menatap wanita disamping Richi. ”Bagaimana
kabarmu….sepertinya baik nih..?”ujar Richi. “Iya kak,aku baik-baik saja
kok .”balasnya. “Perkenalkan ini pacarku .” ucap Richi.
Seketika raut wajah Nia berubah. Serasa tertindas batu besar
,disekelilingnya telihat gelap. Ia tidak dapat bergerak bahkan
mengucapkan sepatah katapun tidak bisa.
“Nia……Nia….Nia are you ok ?”Tanya Richi. “Mmmm….aku tidak apa-apa kak
.”ucap Nia. ”Kami mau ke kantin….kamu mau ikut ?”ajak Richi. ”oh tidak
kak, a…a…aku mau ke perpus.”jawab Nia terbata. “kalau begitu kami duluan
ya….”balas Richi. Hanya senyuman yang ia lemparkan ke Richi saat itu.
Kejadian tersebut membuat Nia down. Ia teringat pada gossip-gosip dulu
tentang Richi. Sakit sekali hati Nia harus merasakan cinta pertamanya
bertepuk sebelah tangan.
Hari-hari Nia yang penuh keceriaan, kini berubah menjadi suram dan sepi.
Setiap malam saat ia memandang bintang, ia selalu teringat pada
Richi.Tapi, apa daya semua terasa sakit. Ia hanya dapat mengungkapkan
perasaannya diatas lembaran-lembaran kertas diary.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar